Deskripsi dan Evaluasi Teknologi Pengovenan Tembakau

Bahan bakar minyak tanah

Jika menggunakan bahan bakar minyak tanah, umumnya digunakan sistem pengomprongan dengan flue gas secara langsung. Udara dan gas panas hasil pembakaran dialirkan sepanjang oven baik secara paksa menggunakan blower atau secara alami akibat perbedaan temperatur. Temperatur dikontrol dengan mengatur bukaan keran minyak dan kelembaban diatur dengan membuka atau menutup jendela angin di bagian ujung atas oven. Ilustrasi pengovenan tembakau dengan bahan bakar minyak tanah dapat dilihat pada Gambar 1. Daun tembakau disusun bertingkat-tingkat membentuk rak yang bisa mencapai 9-10 rak.

Gambar 1: Omprong tembakau bahan bakar minyak tanah

Pemanasan dengan flue gas secara langsung memiliki kelemahan vital yaitu terbentuknya NOx yang menstimulasi terbentuknya senyawa nitrosamin (TSNA) yang berbahaya untuk kesehatan karena merupakan senyawa karsinogenik. Saat ini proses retrofit dilakukan untuk merekonstruksi seluruh oven tembakau di USA dari sistem pemanasan langsung ke sistem pemanasan tak langsung menggunakan alat pemindah panas.

Sistem distribusi udara yang dilakukan melalui pengaliran alami (laju alir udara rendah) pada rak daun berlapis menyebabkan penjenuhan udara dan terjadi pengembunan. Udara panas akan membawa air dari susunan rak bawah melalui susunan rak diatasnya, akibatnya karena volume udara sedikit akan terjadi kejenuhan yang menyebabkan terbentuknya tetes-tetes air yang jatuh dari rak atas ke bawah. Proses penetesan ini akan terjadi secara terus-menerus jika jumlah udara yang dikeluarkan tidak mencukupi dan akan menyebabkan rendahnya kualitas krosok yang dihasilkan. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya tetes-tetes embun, laju alir udara harus ditingkatkan menggunakan blower. Untuk mencapai target temperatur yang diinginkan, temperatur flue harus sangat tinggi, bisa jadi melebihi temperatur maksimum opengovenan yang menyebabkan rendahnya kualitas krosok.

Konstruksi oven dengan sistem sekali lewat (single pass) mengakibatkan pemborosan energi. Udara pana syang keluar dari oven dibuang langsung ke lingkungan tanpa dilakukan pengambilan kembali. Selain itu, kehilangan panas melalui lantai dan dinding tembok juga sangat besar akibat tidak adanya isolator pada tembok.

Akibat penggunaan flue gas secara langsung, air sebagai hasil pembakaran bahan bakar juga bercampur masuk kedalam aliran udara panas. Hal ini menyebabkan daya pengeringan udara menjadi berkurang. Pengendalian kelembaban dilakukan dengan membuka jendela atas mengakibatkan pemborosan bahan bakar. Jika udara pembakaran terlalu lembab/basah maka jendela dibuka, yang menyebabkan aliran udara dipercepat. Akibatnya temperatur menjadi turun seketika, dan untuk meningkatkan temperatur perlu dilakukan penampahan bahan bakar. Siklus ini akan terjadi terus-menerus akibat kelemahan dari sistem. Hal ini selain menyebabkan pemborosan bahan bakar juga menyebabkan rendahnya tingkat pengontrolan yang mengakibatkan rendahnya kualitas krosok yang dihasilkan.

Bahan bakar batu bara atau kayu

Skema pengovenan tembakau menggunakan batubara atau kayu bakar dapat dilihat pada Gambar 2. Mengingat gas pembakaran batu bara atau kayu sangat kotor dengan banyak asap hitam. Pengovenan dilakukan secara tidak langsung dengan memisahkan antara flue gas dengan udara panas. Udara dipanaskan melalui kontak tidak langsung dengan gorong-gorong tertutup yang dibuat sebagai saluran flue gas dibawah oven. Udara mengalir dari bagian bawah oven ke alat penukar panas selanjutnya naek ke rak-rak daun yang tersusun bertingkat-tingkat. Sistem pembakaran tidak langsung ini memberikan beberapa keuntungan antara lain, krisok tembakau bebas nitrosamin karena tidak adanya NOx pada udara pembakaran, dan mengurangi uap air yang masuk dari hasil pembakaran langsung.

Gambar 2: Omprong tembakau bahan bakar batu bara atau kayu bakar

Permasalahan utama dari sistem ini adalah penggunaan udara pemanas aliran alami dan pemanasan sekali lewat (single pass). Seperti yang terjadi pada oven minyak tanah, udara lewat jenuh akan menghasilkan tetes-tetes embun dan mengurangi kualitas krosok. Pemborosan energi juga terjadi akibay terbuangnya panas melalui aliran udara yang keluar dari oven. Pemborosan akibat pengentrolan temperatur melalui pembukaan ventilasi juga terjadi pada oven tembakau jenis ini.

Selain melalui udara keluaran, dinding, dan laintai, pemborosan energi terutama terjadi akibat rendahnya perpindahan panas dari saluran flue ke udara pemanasan. Jika waktu kontak rendah ditambah dengan rendahnya kapasitas panas dan kecilnya laju alir udara menyebabkan pemborosan energi. Sebagian besar panas terbuang melalui cerobong asap dan tidak berhasil dimanfaatkan untuk memanaskan udara pengeringan.

Pemanasan udara menggunakan pemindah panas juga berakibat terjadinya perbedaan temperatur yang sangat ekstrim. Agar perpindahan panasnya efisien dan cukup untuk memanaskan udara pengeringan, sering kali saluran flue harus sangat panas (diatas 600-1000 °C) yang menyebabkan saluran flue yang terbuat dari metal sampai memerah membara. Hal ini sering kali menyebabkan kebakaran oven ketika ada daun tembakau jatuh ke saluran flue tersebut.  Gradien temperatur yang sangat ekstrim antara rak bawah dengan rak atas menyebabkan temperatur pengovenan melebihi batas optimum yang berakibat rusaknya krosok.

Informasi lebih lengkap dan terstruktur mengenai Tembakau Virginia dapat dilihat pada link berikut..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: