Mencari Pahlawan Sasak

Oleh: M Roil Bilad

Di manapun juga, di setiap kelompok masyarakat dikenang dan dirindukan seorang pahlawan. Alasan kita tidak bisa menemukannya adalah karena kita tidak melihat secara seksama dengan lebih teliti. Setiap kita mendengar kata pahlawan, secara serta merta kita  hanya mengasosiasikannya dengan sosok atau figur yang mengorbankan hidup, jiwa dan raganya demi kemerdekaan agama, bangsa dan negara. Seorang pemimpin pertempuran yang gugur di medan juang, atau komandan yang memimpin pasukan di garis terdepan untuk memenangkan suatu pertempuran. Kebesaran kepahlawanan dari setiap figur yang kita asosiasikan membuat kita melupakan esensi dari “pahlawan” yang sebenarnya.

Pahlawan adalah seorang yang lebih mementingkan kepentingan bersama dibandingkan diri sendiri dan terkadang harus berkorban demi memegang prinsip itu. Mereka digerakkan oleh prinsip dan menunjukkan kinerja yang luar biasa untuk menggapai cita-citanya. Gelar pahlawan bukan semata-mata hanya karena apa yang dicapainya secara peribadi, namun apa yang telah diperjuangkannya untuk orang lain. Meskipun kadang-kadang pada akhirnya dia gagal, semangatnya tetap hidup di hati orang lain menjadi inspirasi dan contoh untuk diikuti. Semangatnya tetap hidup meski tanpa keberadaannya.

Kejayaan bukan dinilai dari apa yang dicapai melainkan seberapa besar usaha, perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Banyak pahlawan yang hidup disekeliling kita, setiap hari kita pandang secara biasa saja. Mereka bekerja tanpa bicara, tidak tampak namun nyata, namun memberikan perbedaan bagi hidup orang lain.Lalu lihatlah dengan seksama orang-orang yang ada disekeliling kita, orang orang yang memperjuangkan dengan hidupnya agar kita bisa hidup sampai hari ini. Lihatlah seorang ibu yang memanggul bakul pada subuh pagi hari dan pulang di senja hari demi sesuap nasi dan biaya sekolah anaknya. Lihatlah bahu legam dari seorang ayah yang setiap hari bersahabat dengan terik untuk menggarap sepetak sawahnya demi melanjutkan hidup keluarga. Lihatlah seorang kakak yang menampung adik-adiknya, menghidupi, menyekolahkan dan mensukseskan mereka atas dasar cinta. Lihatlah istri yang menjemur nasi kering lalu membuatnya menjadi kerupuk nasi atas nama efesiensi.

Lihatlah para suami yang menghapus peluhnya di senja hari ketika kembali pulang mencari rezeki. Lihatlah guru-guru yang setiap hari setengah berteriak melontarkan ilmu dari setiap kata yang terlontar dari mulutnya, tiada mengeluh dan putus asa guna mendidik murid-muridnya. Lihatlah para tukang sapu jalan yang bangun lebih pagi untuk membersihkan setiap sudut jalan dipagi hari,hingga kita temukan dalam keadaan bersih dan asri. Lihatlah para TKI itu, yang berkorban meninggalkan orang-orang yang dicintainya memperjuangkan perubahan hidup, meski harus menghadapi risiko yang sedemikian beratnya. Lihatlah setiap sosok disekeliling kita, orang yang mungkin kita lihat selama ini sebelah mata, bahwa mereka mungkin adalah pahlawan dengan cara yang tidak kita sadari. Disetiap sudut mata memandang, kita melihat pahlawan. Banyak pahlawan yang sebenarnya hidup disekeliling kita yang bekerja tanpa bicara, tidak tampak namun nyata, namun memberikan perbedaan bagi hidup orang lain.

Kini tataplah dengan seksama kedalam diri kita duhai putra-putri sasak. Bahwa kita ada karena perjuangan tanpa pamrih dari orang-orang terdekat yang menyayangi dan mengasihimu. Disetiap generasi terdahulu, mereka berjuang agar orang-orang setelahnya hidup dalam kehidupan yang lebih baik. Dan ingatlah ketika orang tuamu dulu begitu berseri-seri mengantarkanmu ke sekolah pertama kali, seraya berkata “ rajin-rajinlah belajar nak, karena kami ingin kelak engkau lebih baik dari kami”. Jangan lagi engkau menuntut untuk selalu meminta dan meminta kembali. Tanyakan pada dirimu tentang apakah yang bisa engkau beri. Ingatlah, bahwa kita adalah buah dari sebuah harapan orang-orang terdahulu. Apa yang kita dapatkan dan rasakan kini adalah hasil jerih payah dan sekian banyak pengorbanan yang ditumpahkan.

Bahwa sepanjang perjalanan waktu hingga kita melaluinya kini, perjuangan panjang oleh pahlawan-pahlawan bisu itu menghantarkan kita untuk mencapai hari ini. Di dalam darah kita, mengalir darah pahlawan, kita dilahirkan dari rahim ibu yang berjuang tanpa pamrih antara hidup dan mati untuk melahirkan kita. Kita dibesarkan oleh kucuran keringat orang tua yang menumpahkan hidupnya bekerja sepenuhnya untuk kesuksesan kita. Bahwa kita adalah buah dari perjuangan, harapan yang hidup, dan pewaris estafet kepahlawanan.

Peliharalah jiwa, dan ruh kepahlawanan itu untuk terus kita turunkan lintas generasi, menuju anak-cucu esok hari. Bahwa sesungguhnya apa yang diperjuangkan kini bukan hanya untuk hari ini, melainkan juga hari esok. Bahwa apa yang kita perjuangkan sekarang, bukan hanya tentang kita melainkan juga anak cucu kita. Mari kita hidupkan terus menerus semangat kepahlawanan dalam setiap sendi-sendi kehidupan.

Maju, dan jayalah bangse sasak!!!!!

Sumber: Klik disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: