Permasalahan dan Kendala Utama Petani tembakau Virginia Lombok

1. Pencabutan subsidi bahan bakar minyak tanah (BBMT)

Seiring dengan keputusan pemerintah mulai tahun 2009 mencabut subsidi bahan bakar minyak tanah (BBMT) untuk petani tembakau. Berujung pada permasalahan mendesak dan krusial bagi petani tembakau. Sebelum tahun 2009, sebenarnya jumlah kuota minyak tanah bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada petani tembakau kurang dari kebutuhan. Kebutuhan minyak tanah untuk pengomprongan tembakau di lombok pertahun mencapai 40.000 kilo liter. Untuk memenuhi kebutuhan produksi 35 ribu ton temabaku, kebutuhan Bahan Bakar Minyak Tanah (BBMT) untuk oven tembakau di lombok tersebut sebanyak kurang lebih 35.000 kilo liter (KL) pertahun. Defisit ini membuat tersedotnya proyeksi minyak tanah untuk rumah tangga yang dikonsumsi untuk pengomprongan tembakau.

Pengomprongan tembakau virginia berbagai bahan bakar

Pengomprongan tembakau virginia berbagai bahan bakar

Tidak mengherankan jika berakibat kelangkaan minyak tanah dan memicu kenaikan harga hingga Rp 3.500 per liter lebih mahal dari harga eceran Rp 2.250 yang ditetapkan pemerintah. Selama ini harga minyak tanah bersubsidi adalah Rp.2.250 per liter sedangkan tanpa subsidi mencapai 10.000 per liter (ketiga harga minyak mentah lebih dari 120$/barrel). Jadi jumlah subsidi BBMT pertahun yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk pengomprongan tembakau hampir mencapai 250 milyar rupiah. Pemerintah menilai subsidi minyak tanah itu hanya  menguntungkan 15 perusahaan pemasok tembakau untuk pabrik rokok di Jawa. Untuk itu program konversi dari bahan bakar minyak tanah ke bahan bakar alternatif hingga tulisan ini di buat sedang dilaksanakan.
Tim khusus telah dibentuk oleh pemerintah provinsi NTB untuk menangan proses konversi bahan bakar untuk oven temabakau. Beberapa alternatif telah dikaji terutama untuk menekan biaya operasi (alternatif energi yang lebih murah) dengan tetap menjaga kualiatas tembakau yang dihasilkan dengan biaya konversi semurah-murahnya. Beberapa alternatif energi yang dapat dipilih antara lain : Gas elpiji, minyan tanah, non-subsidi, batu bara, dan kayu bakar. Hasil ujicoba pada umumnya menunjukkan bahwa bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah menghasilkan produk tembakau dengan kualitas yang sedikit lebih rendah. Namun demikian sangat mustahil bagi petani tembakau untuk menggunakan bahan bakar minya tanan non subsidi melihat biaya yang harus dikeluarkan. Untuk sekali pengovenan, biaya yang dikeluarkan mencapai 35 juta rupiah.
Alternatif Bahan Bakar Gas Elpiji

Bahan bakar gas LPG dinilai sangat cocok untuk menggantikan minyak tanah dalam proses pengovenan tembakau. Bahan bakar ini dinilai lebih efisien karena praktis dan mudah diperoleh dipasaran dibandingkan minyak tanah atau batu bara. Bahan bakar gas diproyeksikan sebagai bahan bakar utama pengomprongan tembakau. Untuk merealisasikan konversi bahan bakar menggunakan bahan bakar LPG diperlukan teknologi kompor gas yang sesuai. Hasil penelitian terkini menunjukkan bawa untuk setiap ton produksi tembakau diperlukan satu ton bahan bakar LPG, jadi rasionya 1 :1. Peningkatkan efesiensi dari pengovenan dapat menurunkan kebutuhan bahan bakar LPG tersebut.
Alternatif Minyak Tanah Non-Subsidi

Pada akhir tahun 2008, harga minyak bergejolak naek ke level tertinggi sepanjang sejarah melebihi 150$/barrel. Untuk mempertahankan harga minyak tanah pada level yang ditetapkan memerlukan subsidi yang sangat besar. Namun demikian, terjadinya krisis global yang saat ini melanda perekonomian hampir seluruh negara, juga turut menyebabkan turunnya harga minyam mentah sampai kurang dari 40$/barrel. Jika melihat harga ini maka sebenarnya, jika mengikuti harga pasar, maka tanpa subsidipun seharusnya tidak akan melebihi Rp.3500,-. Jika pemerintah menetapkan harga minyak non-subsidi sesuai dengan harga pasar dunia, maka sebenarnya pemakaian minyak tanah non-subsidi juga masih bisa dipertimbangkan. Dengan demikian tidak perlu lagi repot-repot melakukan rekonstruksi oven untuk konversi bahan bakar.
Alternatif Kayu Bakar

Bahan bakar konvensional menggunakan kayu bakar merupakan salah satu alternatif yang sebenarnya harus dihindari. Namun demikian jika terpaksa harus dipilih, untuk memenuhi kebutuhan kayu bakar, tanaman kayu dengan laju pertumbuhan cepat dapat dibudidayakan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar dan kayu pengoven tembakau. Misalnya pengembangan tanaman jenis gamal, lamtoro dan sejenisnya. Selain sangat mudah dibudidayakan, tanaman jenis ini juga dapat ditanam di mana saja, bahkan dapat jadi tanaman pagar pembatas. Perhitungan kasar menunjukkan bahwa dibutuhkan, sekitar 480.000 meter kubik kayu bakar per tahun atau setara dengan 12.000 hektare hutan kayu bakar sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah maupun batubara untuk 13.509 unit oven tembakau virginia yang ada di Pulau Lombok,” katanya. Dari perhitungan ini sebenarnya sangat tidak realistis. Namun demikian sejak tahun 2008, seiring kelangkaan minyak tanah, sudah banyak petani yang menggunakan kayu asam sebagai bahan bakar. Petani berani membeli kayu asam dengan harga mahal karena dinilai memiliki kalor bakar yang tinggi. Kecenderungan untuk menggunakan kayu bakar ini harus diantisipasi sejak dini agar perusakan lingkunagn bisa dihindari.
Alternatif bahan bakar batu bara

Bahan bakar batu bara merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan untuk mengganti BBMT pada proses pengovenan tembakau. Perusahaan distributor batu-bara juga siap membuat kontrak modifikasi kompor minyak tanah menjadi tungku batu bara dan menjamin pasokan kebutuhan bahan bakar batu bara. Penggunaan bahan bakar batu bara memiliki nilai keekonomian yang lebih baik karena bisa munurunkan biaya untuk bahan bakar. Untuk mengkonversi bahan bakar minyak tanah menjadi batu bara diperlukan pembautan tungku baru yang memerlukan dana Rp.10 juta rupiah. Artinya diperlukan dana sebesar 135 Milyar rupiah untum mengkonversi seluruh oven tembakau  sebanyak 13,509 di lombok.
Konversi BBMT ke Batu Bara

Setelah dilakukan analisis biaya, maka bahan bakar batu bara merupakan alternatif yang menjanjikan. Pemerintah provinsi NTB telah memutuskan untuk menggunakan bahan bakar batu bara menggantikan bahan bakar minyak tanah yang subsidinya telah dicabut oleh pemerintah pusat. Melalui rapat dengan wakil presiden Yusuf Kalla, rencananya dana tersebut akan dipenuhi dari asosiasi petani tembakau indonesia (APTI), pemerintah pusat, dan pemerintah provinsi NTB masing-masing seper tiga. Ditargetkan agar seluruh unit oven tembakau di lombok harus selesai di konversi sebelum masa tanam tahun 2009, tepatnya Juni-Juli 2009.
Konversi bahan bakar batu bara terancam gagal

Hingga tulisan ini dibuat, baru 113 unit oven tembakau yang telah diselesai di konversi. Sisanya diprogramkan untuk diselesaikan selama bulan Januari sampai Juni 2009. Sekarang biaya rekonstruksi oven yang bersumber dari pemerintah pusat itu sedang diproses administrasinya dan rencananya akan dikuncurkan mulai Januari 2009. Jika benar-benar terealisasi, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar omprongan tembakau virginia di Pulau Lombok sebanyak 13.509 unit dibutuhkan sekitar 140.000 ton batubara setiap tahun. Waktu untuk rekonstruksi oven tembakau itu hanya enam bulan sehingga setiap bulan oven tembakau yang direkonstruksi sebanyak 2.225 unit agar dalam waktu enam bulan seluruh oven tembakau sudah termodifikasi. Namun demikian rencana program tersebut terancam gagal mengingat hingga saat ini, dana dari pemerintah pusat belum turun.
Namun demikian melihat keterbatasan wahtu, dan progres yang sangat lambat, program konversi terancam gagal. Jika pemerintah benar-benar tidak mau memberikan BBMT bersubsidi untuk petani tembakau, BBMT untuk rumah tangga akan tersedot dan kemungkinan besar akan terjadi perambaan hutan untuk memenuhi defisit kebutuhan bahan bakar.
Oleh karena itu, saat ini sudah diapkan rencana cadangan. Menurut Gubernur NTB, memodifikasi seluruh oven temabakau virginia di Pulau Lombok tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, dibutuhkan waktu minimal tiga tahun untuk memodifikasi seluruh oven yang berjumlah 13.509 unit.  Kondisi terkini menunjukkan bahwa Pemprov NTB telah mulai melakukan perencanaan ulang dengan target-target perencanaan yang lebih realistis. Proses konversi akan dilaksanakan secara bertahap dan selama tahun 2009 akan dimodofkasi sebanyak 1.000 unit oven dan dana akan diupayakan dari kredit perbankan.
Sumber: klik disini
2. Kualitas krosok yang rendah dan tidak menentu

Secara umum kualitas rata-rata krosok tembakau Lombok cukup baik. Saat ini kualitas krosok tembakau Virginia Lombok hanya kalah diri  produk Amerika dan brazil. Numun demikian pada praktiknya, sangat sulit untuk mendapatkan krosok dengan kualitas/grade tinggi secara terus menerus dan berulang kali, meskipun sudah mendapatkan pendampingan dari petugas lapangan perusahaan rokok.

Grade krosok menjadi sangat penting mengingat harga jual  krosok ditentukan oleh grade yang diperoleh. Sampai saat ini grade dari krosok tembakau ditentukan tingkatannya oleh pembeli (perusahaan rokok). Parameter grade tembakau ditentukan secara sepihak tanpa ada parameter yang jelas. Hal ini yang seringkali membuat petani dikecewakan.

Karena kompleksitas dan tingginya tingkat kesulitan pengovenan tembakau untuk secara konsisten mendapatkan kualitas terbaik, maka sering kali mengoven tembakau dianggap memiliki suatu seni tersendiri. Namun demikian, meskipun tidak ada standard kuantitatif mengenai analisis komposisi kimia-nya. Asosiasi perusahan tembakau membuat standard yang dianut secara konsisten. Beberapa standard penetuan grade tembakau krosok akan ditunjukkan pada tabel-tabel dibawah ini.

Tabel 1: Contoh standarisasi Grade Tembakau (Standard kuantitatif)

Tabel 2: Contoh Standarisasi grade tembakau (Visual)

Sebenarnya terdapat standard resmi mengenai kualitas krosok tembakau. Jika petani mengetahui-nya maka tidak akan gampang menuduh adanya kecurangan. Sebagai bahan rujukan, berikut dilampirkan standard resmi krosok tembakau virginia. Silahkan di download pada link berikut ini, Official Standard Grades Virginia Fired-Cured Tobacco (U.S. Type 21). Jika memang sudah terdapat standard resmi, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mendapatkan kualitas krosok tembakau terbaik sehingga memberikan keuntungan maksimal bagi petani tembakau.

Informasi lebih lengkap dan terstruktur mengenai Tembakau Virginia dapat dilihat pada link berikut.