Kesulitan Mendapatkan Tempat

Seminggu yang lalu saya mencoba mengirimkan salah satu artikel saya ke media kompas. Pagi ini, ketika mengecek email saya mendapatkan jawaban yang membuat saya sedikit senang (ada jawaban) namun  juga tidak begitu menggembirakan…. Dua sisi perasaan yang datang bersamaan.

Hal ini karena artikel yang saya kirim tidak dapat dimuat dengan alasan  kesulitan mendapatkan tempat. Saya jadi terpikir mengenai sepakbola, saya merasa sebagai pemain cadangan yang tersisih dan belum mampu bersaing untuk menjadi pemain inti. Hmmm— Harus berlatih lebih keras nih. Good news is, I am still a member of the scuad. Saya berasumsi bahwa alasan tersebut berarti bahwa tulisan tersebut memenuhi standar di kompas (sebenarnya layak terbit). Namun karena keterbatasan tempat hingga tidak dapat dipublikasikan. Ini berarti, tema yang saya angkat tidak up-to date sesuai dengan isu yang berkembang saat ini di Indonesia. Sedangkan artikel yang relevan cukup banyak yang masuk dan membuat  tulisan saya harus tersisih:(

Kesimpulannya: AYO, COBA LAGI!!!!!

Berikut saya kutip email balasan dari kompas:

Yth. Sdr ROIL BILAD, MUHAMAD

ditempat.

Disertai salam dan hormat,

Kami memberitahukan bahwa pada tanggal 29 Januari 2010 Redaksi Kompas telah menerima ARTIKEL Anda berjudul “Dampak Lingkungan Penggunaan Batubara Sebagai Bahan Bakar Pengomprongan Tembakau Virginia”. Terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang Anda berikan kepada Kompas.

Setelah membaca dan mempelajari substansi yang diuraikan di dalamnya, akhirnya kami menilai ARTIKEL tersebut tidak dapat dimuat di harian Kompas.

√ kesulitan mendapatkan tempat

Harapan kami, Anda masih bersedia menulis lagi untuk melayani masyarakat melalui Kompas, dengan topik atau tema tulisan yang aktual dan relevan dengan persoalan dalam masyarakat, disajikan secara lebih menarik.

Jakarta, 1 Februari 2010

Hormat kami,

Sekretariat Desk Opini

C A T A T A N :
Kriteria umum untuk ARTIKEL Kompas :

  1. Asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekadar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain .
  2. Belum pernah dimuat di media atau penerbitan lain termasuk Blog, dan juga tidak dikirim bersamaan ke media atau penerbitan lain.
  3. Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang actual, relevan, dan menjadi persoalan dalam masyarakat.
  4. Substansi yang dibahas menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan komuninas tertentu, karena Kompas adalah media umum dan bukan majalah vak atau jurnal dari disiplin tertentu.
  5. Artikel mengandung hal baru yang belum pernah dikemukakan penulis lain, baik informasinya, pandangan, pencerahan, pendekatan, saran, maupun solusinya.
  6. Uraiannya bisa membuka pemahaman atau pemaknaan baru maupun inspirasi atas suatu masalah atau fenomena.
  7. Penyajian tidak berkepanjangan, dan menggunakan bahasa populer/luwes yang mudah ditangkap oleh pembaca yang awam sekalipun. Panjang tulisan 3,5 halaman kuarto spasi ganda atau 700 kata atau 5000 karakter (dengan spasi) ditulis dengan program Words.
  8. Artikel tidak boleh ditulis berdua atau lebih.
  9. Menyertakan data diri/daftar riwayat hidup singkat (termasuk nomor telepon / HP), nama Bank dan nomor rekening.
  10. Alamat e-mail opini@kompas.co.id

2 Comments

  1. February 3, 2010 at 4:10 pm

    Ayo meton, yakin yang kedua pasti lolos


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: