Memperbaharui Kembali Semangat Komunitas Sasak

Tidak terasa sudah hampir dua setengah tahun komunitas sasak telah hadir dengan berbagai kemajuan yang dicapai. Untuk bisa menjadi apa yang kita lihat hari ini merupakan sebuah perjuangan panjang. Tidak sedikit yang mencela, mencibir bahkan menghina. Namun ketulusan niat dan keikhlasan hati menggerakkan langkah kita untuk terus berjalan. Terus menapaki langkah melalui lika-liku tapak yang penuh dengan onak dan duri. Untuk menjadi seperti apa yang kita lihat hari ini, seorang mahasiswa menyisihkan waktu belajarnya untuk menuliskan gagasan-gagasannya, semeton yang bekerja meluangkan waktu istirahatnya untuk menulis dan membagi ide-ide kreatifnya. Smeton yang belum pernah menulis sebelumnya memberanikan diri untuk menggoreskan pena, menstrukturisasi ide-idenya menjadi untaian kalimat yang informatif dan bisa difahami.

Banyak diantara pembaca sasak yang terlonjak kepercayaan dirinya, mereka menyaksikan sendiri bahwa ternyata purta-putri sasak juga mampu membangun komunitas maya dan menjaganya dalam suasana yang kondusif. Siswa-siswi sekolah terlecut semangatnya, terbuka sactuary dalam sinapsis-sinapsis sel abu-abunya bahwa, kelak mereka juga bisa berkarya. Perjalanan komunitas sasak menuturkan dengan mendalam kepada orang-orang yang hanya bisa berbicara, bahwa ketulusah hati, keikhlasan dan keistiqomahan yang KSer berikan pada ujungnya akan berbuah sesuatu.

Melalui komunitas sasak ini, penulis mendengarkan sendiri kebahagian dari para pejuang devisa kita, betapa senangnya mereka bisa mengetahui kabar daerah asalnya. Tidak sedikit dari mereka terlecut semangatnya untuk ikut berkontribusi menjadi bagian dari gerakan komunitas sasak. Beberapa saat yang lalu, seorang TKW asal lombok timur, menyampaikan kebahagiaannya dengan adanya website sasak.org, yang baginya sangat informatif. Dia berkomitment untuk menuturkan ceritanya, membaginya melalui KS. Dia bertekad untuk menulis, meskipun hanya lulusan SMP. Sementara yang lainnya juga sudah bertekad menyediakan informasi tentang keadaan saudara-saudari kita, pejuang devisa di Arab dengan menjadi kontributor dari sana.

Berlinangan air mata ini karena bahagia. Bahwasanya yang kita lakukan sudah terasa manfaatnya lebih dari yang kita sadari. Bahwasanya peluh WKS yang terjun ke lapangan untuk mendapatkan berita, menjadi oase pelepas rindu bagi suadara-saudari kita di jepang, korea, timur tengah, malaysia dan seluruh belahan dunia lainnya. Bahwa penuturan cerita Hazairin R. Junep adalah sarapan terindah untuk memulai setiap hari kita dengan semangat dan tekad baja. Semeton semua yang tergabung dalam KS mengajarkan kepada setiap yang menyangsikan, bahwa dengan ketulusan hati dan keihklasan kita bisa, semuanya tidak harus berujung pada rupiah semata.

Setelah sedemikian jauh kita melangkah, apakah kita harus berhenti hanya sampai disini. Kita sudah berjalan terlalu jauh untuk hanya menyerah semudah ini saja. Bahwasanya apa yang kita capai hendaknya membuat kita bercermin bahwa sebenarnya kita bisa, kita bisa berbuat jauh lebih baik dari apa yang kita capai sekarang. Ketika kita melihat jauh kedepan, di balik lipatan-lipatan runag waktu masa depan, seolah-olah apa yang kita ingin capai terlalu jauh sehingga rasa-rasanya kita hanya bisa bermimpi untuk mencapainya. Bagi kita, orang-orang kampung yang dulunya pernah mengalami sarapan hanya dengan keloko atau ambon kolup, makan siang terkadang hanya dengan nasi dan garam saja, dan terpaksa harus tidur menekuk lutut menahan lapar. Bahwa kegetiran itu menjadikan kita akan selalu tegak tak bergeming meski badai sebesar apapun menghadang. Tempaan masa lalu membuat kita bisa berkata “Ya Allah.. kuatkan aku untuk bisa bertahan, kalau akau tidak bisa melangkah maju, ijinkan aku untuk bergeming di tempatku saat ini, jangan biarkan langkahku surut menghadapi semua tantangan ini. Hanya mimpi yang menyadarkan kita untuk keluar dari jeratan keterpurukan, semangat menggerakkan kita untuk selalu berubah memperbaiki diri, dan melalui tekad dan kerja keras akan mengantarkan untuk sampai kesana. Sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa besar orang-orang besar, hadir dengan segudang keterbatasan. Namun dengan mimpi dan perjuangan mereka berakhir sebagai pemenang. Sekarang tinggal kita memilih, untuk menjadi pecundang yang menyerah dengan keadaan atau berjuang dan berkarya untuk kelak menang dengan gemilang.

Demikian tulisan yang dibuat sangat cepat setelah chatting dengan salah seorang semeton KS. Semoga bisa memperbaharui semangat kita, bermanfaat bagi penulis sendiri dan seluruh pembaca.

Leuven 5 Maret 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: