Datanglah Putra-putri Sasak

Perjalanan waktu mengiringi berbagai transformasi dan perubahan di komunitas sasak. Setelah dimulai hanya dari mailing list kemudian memperbesar diri menjadi portal berita online melalui www.sasak.org terutama menyangkut keadaan yang berkaitan dengan NTB. Website ini tidak hanya melulu menyajikan berita namun juga menjadi wadah untuk mengumpulkan berbagai tulisan yang berisi ide, kritik, gagasan dan saran untuk pengembangan NTB pada umumnya dan lombok pada khususnya. Putra-putri sasak dari berbagai belahan dunia urun-rembug berbagi apa saja yang mereka mampu berikan demi kemajuan lombok. Salah satu titik tolak lain dari transformasi komunitas sasak adalah dengan terbentuknya struktur yang meskipun tidak leterlijk seperti organisasi pada umumnya, namun sudah menunjukkan adanya pengaturan dan pembagian tugas secara jelas. Berbagai kendala teknis akibat perbedaan jarak yang berjauhan, minimnya dana dan kurangnya sumber daya mungkin tidak membuat KS mampu mencapai apa yang dicanangkan semula. Namun semangat dan spirit untuk mencapai cita-cita dan keinginan bersama tidaklah pernah redup ataupun padam. Tidak sedikit diantara kita yang terhempas lalu berbalik dari gerbong yang kita jalankan bersama. Inilah yang disebut-sebut Jean-Baptiste Lamarch sebagai seleksi alam (natural selection). Hanya yang kuat yang bertahan hidup, hanya yang militan dengan semangat dan cita-citanya yang terus maju menghadapi badai tantangan, hambatan bahkan cibiran.

Salah satu yang mengherankan dari sejarah penjajahan Indonesia adalah bagaimana mungkin negara tak bertanah-Belanda, yang jika tidak ada bendungan, sebagian besar wilayahnya dibawah permukaan laut, dapat menjajah negara kepulauan terbesat di dunia. Sifat mendasar dari bangsa Indonesia, termasuk bangsa sasak yang selalu melulu mengantungkan diri pada seseorang, menjadikannya mudah untuk dicerai berai dan dihancurkan sehingga Belanda bisa terus-menerus melanggengkan kekuasaannya di Indonesia.

Ternyata kemerdekaan secara de jure tidak memerdekakan sifat bangsa Indonesia termasuk juga sifat anak-anak sasak untuk terbiasa seradak-seruduk kocar-kacir dan mampu mengorganisasikan diri bergerak melangkah dalam barisan kokoh yang saling melindungi. Pantas saja, Ali R. A. mengatakan bahwa kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Kita bangsa sasak, memelihara teguh sifat keakuan, hanya berkomentar, berteriak dan bahkan mencaci, tanpa berani memikul tanggung jawab di bahu sendiri.

Kita bercita-cita bahwa KS bukanlah milik salah satu diantara kita. Kita berkeyakinan bahwa KS adalah milik seluruh bangse sasak. Kita bercita-cita bahwa KS tidak hanya akan ada ketika kita masih ada namun komunitas ini harus dapat terus ada dan terus bertransformasi serta berinovasi. Berusaha untuk melangkah meskipun hanya sejengkal, bahkan mungkin ketika kita telah tiada. Satu-satunya kunci dari semua itu adalah, kita harus melakukan regenerasi dan kaderisasi.

Setelah setahun para pemban KS telah menunaikan tugasnya dengan berbagai keterbatasan. Telah sekian banyak waktu dan tenaga yang mereka korbankan. Kini saatnya regenerasi dilakukan. Merupakan kesempatan pada KSer muda untuk memegang tampuk tanggung jawab dan membuktikan bahwa mereka bisa. Kini saatnya barisan muda KS untuk unjuk bekerja dana lini yang dia bisa. Komunitas sasak telah memanggil, maka datanglah duhai putra-putri sasak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: