Pembuatan Membran (Pengantar)

Berbagai macam bahan baku/material dapat digunakan untuk membuat membran. Teknik pembuatan membran biasanya disesuaikan dengan material dan sturuktur membran yang diinginkan. Berdasarkan strukturnya, secara umum membran bisa dikategorikan menjadi dua jenis: membran berpori (ultrafiltrasi, mikrofiltrasi) dan tidak berpori pemisahan gas, pervaporasi, dialisis, reverse osmosis). Meskipun tidak semua membran tercakup dalam kategori diatas, namun cukup mewakili topik pembahasan. Meskipun demikian, pada kenyataannya, tidak ada batas yang jelas antara berpori dan tidak berpori.

Untuk membran berpori, ukuran pori terutama menentukan sifat pemisahannya, sedangkan tipe material menetukan kestabilan kimia, temperatur dan mekanik, tapi bukan flux dan rejeksi.Proses pemisahan terjadi akbat perbedaan ukuran pori dan ukuran partikel. selektifitas yang tinggi dapat diperoleh jika ukuran pori lebih kecil daripada ukuran partikel yang akan dipisahkan.

Disisi lain  untuk membran tak berpori sifat intrilsik material terutama menentukan karakteristik pemisahan. Membran jenis ini dapat memisahkan molekul dengan ukuran yang hampir sama. Pemisahan terjadi akibat perbedaan kelarutan (solubility) dan/atau difusifitas. Ini berarti bahwa sifat intrinsik dari material menentukan tingkat selektifitas dan permeabilitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: