1. Pendahuluan: Bioreaktor Membran (BRM)

Perkembangan  teknologi dan pasar bioreaktor membran (BRM) dapat ditinjau dari beberapa aspek, antara lain: pemicu, sejarah pengembangan dan prospek ke depan.

Modul BRM terrendam KUBOTA

Modul BRM terrendam KUBOTA

Pasar BRM dan proyeksinya

Pasar BMR saat ini sedang mengalami pertumbuhan exponensial dan diperkirakan akan terus berkembang sampai sepuluh tahun mendatang dengan tingkat pertumbuhan 10% per tahun. Nilai pasarnya mencapai $217 juta  pada tahun 2005 dan meningkat menjadi $360 juta pada tahun 2010. Masa depan BRM sangat cerah terlebih lagi karena ditunjang oleh semakin ketatnya standar baku mutu limbah, meningkatnya insentif berbagai instansi untuk penelitian dan penerapan teknologi bersih dan meningkatnya kepercayaan terhadap unjuk kerja BRM yang semakin baik.Faktor penghambat implementasi

Ada semacam keraguan bawah sadar yang mengatakan bahwa, teknologi membran identik dengan teknologi dengan keluaran baik namun dengan tingkat investasi yang tinggi dan operasional yang komplek/rumit/sulit. Begitu mendengar tentang membran orang sudah terasosiasi dengan hal tersebut sehingga menolak sebelum mengenal lebih lanjut. Jika dibandingkan dengan teknologi pengolahan limbah lainnya, BRM dianggap termasuk golongan teknologi dengan biaya tinggi/hasil tinggi. Sedangkan proses lumpur aktif digolongkan sebagai biaya menengah/hasil rata-rata, saringan biologis teraerasi tergolong biaya rendah/hasil rata-rata. Oleh karena itu, biasanya pemegang keputusan enggan untuk berinvestasi dengan BRM. Beberapa kasus BMR yang gagal beroperasi dengan baik, semakin mempertegas anggapan bahwa BMR sangat sulit dirawat atau dioperasikan.

Pemicu implementasi

Pertumbuhan pasar MBR dpicu oleh beberapa faktor utama:

  • Semakin ketatnya standar baku mutu limbah domestik maupun industri. Undang-undang lingkungan mengarahkan pada perlindungan terhadap sumber daya air baik melalui daur ulang, penghematan maupun penggunaan kembali. Hal ini menyebabkan instansi/perusahan mengevaluasi kembali teknologi yang mereka pakai dan mempertimbangkan penggunaan BRM.
  • Kelangkaan air. Keterbatasan ketersediaan sumber daya air menyebabkan secara sendirinya harus dilakukan daur ulang/penggunaan kembali. Kelangkaan air biasanya terjadi di areal dengan kepadatan penduduk tinggi namun sumber daya air terbatas. Perubahan iklim juga memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih.
  • Insentif pemerintah untuk penggunaan teknologi bersih. Di berbagai negara seperti UK dan USA,  mendukung inovasi dan pemakaian produk yang dikembangkan berdasarkan inovasi. Adanya insentif menyebabkan BRM menjadi ekonomis. Terlebih lagi ditunjang oleh BRM yang menawarkan kualitas efluen yang baik dan konsisten, dapat diandalkan dan lebik kompak (kecil).
  • Semakin menurunnya biaya investasi. Semakin berkembangnya teknologi pembuatan membran dan meningkatnya skala produksi memicu penurunan harga.  Penurunan harga mencapai 30 kali lipat jika dibandingkan tingkat harga pada tahun 1990 dengan tahun 2005. Di masa yang akan datang, penurunan harga masih dapat terjadi karena pengembangan teknologi yang terus berlanjut dan semakin meningkatnya permintaan akan membran. Biaya membran dan proses  menurun drastis semenjak 10-15 tahun terakhir dari $400/m2 pada tahun 1992 menjadi kurang dari $50/m2 pada tahun 2005. Jika ditetapkan standardisasi, maka diperkirakan tingkat harga masih akan jauh menurun seperti yang terjadi pada teknologi osmosis balik (reverse osmosis $30/m2).
  • Semakin meningkatnya kepercayaan dan penerimaan terhadap BRM.

Sejarah pengembangan

BRM komersial pertama kali dikembangkan tahun 1960-an untuk pengolahan limbah kapal dan yang lainnya pada instalasi skala pilot yang dikoneksikan dengan instalasi lumpur aktif. Pada saat itu hanya terdapat BMR dengan konfigurasi eksternal. Pencapaian komersial penting mulai terjadi akhir 1980-an ketika sistem BMR terrendam diperkenalkan oleh Kubota, Jepang. Saat ini, pasat BRM didominasi oleh Zenon dan Kubota semenjak produk BRM terrendam diperkenalkan. BRM terbesar tahun 2005 berada di Jerman dengan kapasitas 50 juta liter per hari. saat ini terdapat beberapa proyek instalasi BRM dengan kapasitas yang jauh lebih besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: