Beasiswa ke Belgia

Beasiswa di Belgia untuk Pelajar Indonesia

Pada saat ini terdapat beberapa skema beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Belgia. Program-program tersebut dilaksanakan baik oleh pemerintah Belgia, pemerintah Indonesia maupun Uni Eropa.

Ini sih jalan-jalan, bukan belajar :)

Ini sih jalan-jalan, bukan belajar🙂

Beasiswa VLIR-OUS

VLIR-OUS merupakan program beasiswa yang diberikan oleh departemen pendidikan pemerintah regional Flanders di Belgia untuk jenjang pendidikan S2 (Master) dan program pelatihan (training). Beasiswa ini ditujukan kepada mahasiswa dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,. Meskipun universitas-universitas yang dituju terletak di kawasan berbahasa Belanda, bahasa pengantar untuk program-program studi yang ditawarkan adalah bahasa Inggris. Beasiswa VLIR ini meliputi seluruh biaya, termasuk biaya pengurusan visa, biaya keberangkatan, tiket pulang–pergi (PP) untuk libur ke tanah air (di akhir tahun akademik pertama, untuk program S2 yang dua tahun), tuition fee, dan biaya bulanan untuk kebutuhan hidup (termasuk tunjangan keluarga) serta biaya pulang ke tanah air setelah selesai program. Setiap tahun, sekitar 180 beasiswa tersedia untuk program Master dan 70 beasiswa untuk program training/pelatihan. Mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini berkisar antara 8 – 15 orang setiap tahun dan tersebar di beberapa universitas di daerah Flanders, Belgia. Untuk program training, periodenya bervariasi antara tiga sampai enam bulan. Sedangkan untuk program Master, durasinya antara satu atau dua tahun, tergantung dari jurusan yang diambil.

Program ini secara khusus ditujukan untuk orang-orang yang mengemban tanggung jawab dalam pelayanan terhadap masyarakat (Universitas (dosen), sekolah, NGO, komunitas daerah, pegawai pemerintah), bukan pihak swasta atau perusahaan.  Program ini mengutamakan mahasiswa-mahasiswa dari negara-negara berkembang, namun kandidat dari negara maju atau belum berkembang juga tetap dipertimbangkan. Sedangkan program pelatihan dikhususkan untuk peserta dari negara berkembang dengan kualifikasi dan pengalaman khusus (profesional).

Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa VLIR-OUS dapat dilihat pada link website berikut [[i]].  Website ini memuat seluruh informasi yang diperlukan untuk mengajukan lamaran sekaligus persyaratan-persyaratannya.

Jurusan-jurusan yang ditawarkan untuk program VLIR-OUS tahun 2010-2012 adalah:

  • Master of Aquaculture, Universiteit Gent [[ii]]
  • Master of Biostatistics, Universiteit Hasselt (tUL inclusief) [[iii]]
  • Master of Ecological Marine Management (ECOMAMA), Vrije Universiteit Brussel [[iv]]
  • Master of Environmental Sanitation, Universiteit Gent [[v]]
  • Master of Food Technology, Universiteit Gent & Katholieke Universiteit Leuven [[vi]]
  • Master of Molecular Biology (IPMB), Vrije Universiteit Brussel [[vii]]
  • Master of Nematology, Universiteit Gent [[viii]]
  • Master of Nutrition and Rural Development, Main Subject: Human Nutrition, Universiteit Gent [[ix]]
  • Master of Physical Land Resources, Universiteit Gent [[x]]
  • Master of Water Resources Engineering, Katholieke Universiteit Leuven [[xi]]

Beasiswa Erasmus Mundus

Jumlah mahasiswa dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini lebih banyak dari penerima VLIR-OUS dan tiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, beasiswa Erasmus Mundus mungkin tidak asing lagi. Perwakilan Uni Eropa untuk Asia Tenggara, khususnya Indonesia sangat aktif menyebarkan informasi tentang beasiswa ini melalui media cetak, seminar, maupun di berbagai pameran pendidikan luar negeri untuk calon-calon mahasiswa di Indonesia.

Kendala utama dari program ini adalah proses aplikasi yang agak berbeda dari program beasiswa lainnya. Selain itu, diperlukan juga investasi awal untuk persiapan aplikasi yang nilainya (untuk sebagian besar orang) tidak sedikit. Sampai saat ini peminat dari Indonesia belum menunjukan peningkatan jumlah yang signifikan. Padahal kuota untuk mahasiswa dari Asia tersedia dalam jumlah yang cukup banyak. Jumlah mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini masih sangat sedikit dibandingkan dengan penerima beasiswa dari  India dan Cina yang mampu mengirimkan hampir 100 orang pertahunnya.

Secara khusus, beberapa hal yang menjadi kendala bagi calon mahasiswa dari Indonesia antara lain:

  • Beasiswa Erasmus Mundus tidak terpusat, artinya proses aplikasi tidak ditangani oleh lembaga khusus seperti ADS atau STUNED yang memiliki perwakilan di Jakarta.
  • Proses aplikasi harus dilakukan langsung kepada Konsorsium Universitas di Eropa dimana beasiswa Erasmus Mundus ditawarkan.
  • Syarat dari proses aplikasi ke Universitas sering kali cukup rumit sehingga agak menyulitkan dan memerlukan usaha lebih untuk mengurusnya.
  • Investasi di awal berupa pengiriman dokumen yang cukup mahal dengan menggunakan jasa pengiriman DHL atau Fedex.

Namun, jika ditinjau lebih jauh, peluang mendapatkan beasiswa ini cukup besar. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada tahap awal beserta investasi yang dikeluarkan tidaklah berarti apa-apa. Beberapa kemudahan dari seleksi beasiswa ini antara lain:

  • Tidak ada proses wawancara, artinya seluruh proses seleksi hanya dilakukan melalui penilaian dokumen-dokumen yang dikirimkan ke konsorsium Universitas dimana Program Master Erasmus Mundus ini ditawarkan.
  • Tidak diperlukan aplikasi ganda ke pemberi beasiswa (dalam hal ini Uni Eropa) karena prosesnya sudah terintegrasi menjadi satu. Pada saat mengisi formulir untuk pendaftaran ke Universitas, tinggal memilih apakah juga akan mendaftar beasiswa Erasmus Mundus untuk program ini? Jika diterima di Universitas tersebut, maka kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sangat besar. Tinggal menunggu konfirmasi dari koordinator program Erasmus Mundus tempat mendaftar. Mereka akan mengajukan kandidat calon penerima beasiswa ke Uni Eropa dan jika disetujui barulah pelamar dipastikan mendapatkan beasiswa.
  • Ada kuota khusus untuk tiap-tiap negara, termasuk Indonesia sebagai bentuk pemerataan beasiswa Erasmus Mundus. Untuk 1 program Erasmus Mundus, minimal terdapat jatah untuk 1 orang dari Indonesia. Pada kasus tertentu ketika kualifikasi si pelamar memuaskan, maka dari Indonesia sendiri dapat diterima 2 orang atau lebih untuk program yang sama.
  • Kesempatan untuk belajar di lebih dari 1 universitas dan lebih dari 1 negara Eropa selama masa perkuliahan. Program beasiswa ini dirancang dilaksanakan di lebih dari satu universitas di negara yang berbeda. Penerima beasiswa diwajibkan untuk mengambil beberapa mata kuliah tertentu atau tinggal minimal 1 semester di universitas lain yang masuk dalam konsorsium program yang diikuti. Umumnya universitas ini berlokasi di negara yang berbeda. Artinya penerima beasiswa berkesempatan untuk jalan-jalan sekaligus menikmati dan mempelajari kehidupan dan budaya masyarakat di berbagai negara Eropa yang berbeda tergantung dari lokasi dari anggota konsorsium universitas pada program yang diikuti.

Karena proses aplikasi sepenuhnya berdasarkan pada penilaian dokumen saja, maka pelamar beasiswa disarankan  mempersiapkan semua persyaratan sebaik mungkin. Beberapa persyaratan utama antara lain:

  • Mengisi formulir aplikasi dengan lengkap dan akurat.
  • Membuat surat motivasi (Motivation Letter) atau pernyataan/alasan melamar beasiswa (Statement of Purpose) secara persuasif namun tidak berlebihan.
  • Menggunakan daftar riwayat hidup/curriculum vitae (CV) dalam format standar Eropa. Contoh format CV bisa diperoleh di link berikut [[xii]].
  • Melampirkan seluruh dokumen pendukung dengan lengkap.

Pelamar beasiswa tidak harus memiliki International TOEFL atau IELTS pada saat mendaftar. Pengiriman TOEFL International atau IELTS dilakukan setelah diterima di Universitas dengan kondisi khusus (conditional acceptance). Dari pengalaman para penerima beasiswa, hal ini dapat disiasati dengan mengambil test TOEFL International atau IELTS setelah ada kepastian dari koordinator program bahwa mereka telah mendapatkan beasiswa. Namun demikian, dokumen ini sebaiknya dilengkapi pada saat pengiriman lamaran. Proses aplikasi untuk beasiswa ini biasanya dibuka dari bulan November – Februari setiap tahun. Adanya perbedaan ini tergantung dari program yang ditawarkan. Bahasa pengantar utama yang digunakan umumnya adalah bahasa Inggris. Selama menempuh pendidikan, biasanya terdapat kewajiban untuk mengikuti kursus bahasa negara lokal dimana penerima beasiswa mengambil program tersebut. Hal ini selain ditujukan untuk memudahkan proses adaptasi, juga sebagai sarana perkenalan budaya setempat sebagai salah satu misi program ini. Informasi yang lebih detail mengenai beasiswa ini dapat diperoleh pada link berikut [[xiii]].

CUD scholarship program

Program beasiswa ini diberikan oleh konsorsium universitas-universitas di daerah walloni (region berbahasa perancis). Sampai saat ini, belum banyak pelajar dari Indonesia yang mendapatkan jenis beasiswa ini. Info lebih lanjut dapat ditemukan di link berikut [[xiv]]. Beberapa kriteria penerima beasiswa CUD antara lain:

  • Pelamar harus berasal dari negara berkembang dan tinggal di negaranya ketika melakukan aplikasi.
  • Negara-negara yang memenuhi kriteria adalah: Afrika Selatan, Aljazair, Banglades, Benin, Bolivia, Brazil, Burkina Faso, Burundi, Kamboja, Kamerun, Cina, Kolombia, Pantai Gading, Kuba, Ekuador, Ethiopia, Guatemala, Guinea, HaĂŻti, India, Indonesia, Kenya, Madagaskar, Mali, Maroko, Mozambik, Nikaragua, Nigeria, Uganda, Peru, Filipina, Kongo, Rwanda, El Salvador, Senegal, Suriname, Tanzania, Palestina, Vietnam, Zambia, dan Zimbabwe.
  • Usia maksimal 40 tahun untuk melamar kuliah dan 45 tahun untuk melamar pelatihan.
  • Memiliki ijazah yang diakui oleh sistem pendidikan Belgia. Dengan ketentuan khusus untuk program tertentu.
  • Kandidat harus memiliki pengalaman profesional  minimal dua tahun.
  • Kandidat harus bisa berbahasa Perancis (lisan dan tulisan). Untuk program dengan bahasa selain Perancis harus menguasai bahasa pengantar yang digunakan, tetapi akan diwajibkan untuk mengikuti kursus bahasa Perancis agar dapat beradaptasi di lingkungan sehari-hari.
  • Kandidat tidak diperbolehkan untuk melamar lebih dari satu program.

Daftar program studi dan pelatihan dapat dilihat di link berikut [[xv]]

Beasiswa Luar Negeri Dikti (S2/S3)

Sejak tahun 2008 Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional menawarkan program beasiswa yang diberi nama ”Beasiswa Luar Negeri DIKTI”. Program ini didasarkan pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Permen Nomor 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen yang mewajibkan dosen harus memiliki strata pendidikan minimal satu tingkat lebih tinggi dari para mahasiswa yang diajarnya. Hal ini disebabkan karena Dosen merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) perguruan tinggi yang memiliki peran yang sangat sentral dan strategis dalam seluruh aktivitas di perguruan tinggi. Tinggi-rendahnya kualitas dosen akan sangat menentukan tinggi-rendahnya kualitas suatu perguruan tinggi.

Untuk memberikan kesempatan studi lanjut, pemerintah menyediakan dana Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) bagi dosen untuk melanjutkan studinya di program Pascasarjana Dalam Negeri. Untuk lebih meningkatkan kualitas dosen berskala internasional, Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti sebagai unit yang mempunyai tugas dalam pembinaan, pelatihan dan pengembangan tenaga akademik, menyediakan beasiswa untuk studi lanjut S-2 dan S-3 di luar negeri.

Program beasiswa S2/S3 Luar Negeri yang disediakan oleh Ditjen Dikti ini :

  • Merupakan beasiswa yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Bersifat terbuka untuk semua dosen tetap Perguruan Tinggi, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia.
  • Periode pemberian beasiswa adalah maksimum 3 tahun untuk program S-3 dan 2 tahun untuk program S-2.

Komponen biaya yang dapat diberikan meliputi:

  • Uang kuliah (tuition fee).
  • Biaya hidup untuk penerima beasiswa (tidak termasuk keluarganya).
  • Tiket pesawat pergi-pulang dari dan ke bandara internasional terakhir.
  • Asuransi kesehatan.
  • Biaya buku.
  • Biaya kedatangan di negara lain (settling allowance).
  • Biaya persiapan keberangkatan (visa, cek kesehatan, paspor, fiskal).
  • Biaya kelebihan bagasi kepulangan.
  • Biaya program khusus (seminar).
  • Biaya penelitian atau penulisan tugas akhir.
  • Biaya pendaftaran ke universitas.

Besaran beasiswa disesuaikan dengan kondisi di negara-negara tujuan. Pengalokasian beasiswa Program Beasiswa Pascasarjana Luar Negeri (PBPLN) Ditjen Dikti dilakukan melalui Pimpinan Perguruan Tinggi (Rektor untuk PTN, dan Pimpinan Kopertis untuk PTS) dari masing-masing calon penerima beasiswa. Untuk itu, Pimpinan PT/Kopertis menyelenggarakan kontrak kerja dengan Dirjen Dikti. Jika sebagian program kegiatan studi penerima beasiswa dilakukan di Indonesia (misalnya dalam pelaksanaan penelitian), maka besaran biaya hidup selama di Indonesia akan dibayarkan menggunakan standar BPPS. Untuk mempermudah proses administrasi, peserta dianjurkan untuk memulai program studi pada semester yang dimulai pada bulan September.

Syarat melamar beasiswa:

  • Sudah memperoleh Letter of Acceptance yang masih berlaku dari Institusi dan/atau calon pembimbing dari Perguruan Tinggi luar negeri yang berkualitas (diutamakan dari Perguruan Tinggi Negara maju).
  • Mengisi formulir A Dikti
  • Usia ketika melamar maksimum 50 tahun.
  • Melampirkan fotokopi ijazah dan transkrip (IPK) S1/S2 yang telah dilegalisasi.
  • Melampirkan fotokopi sertifikat bukti kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL institusional 500, IELTS 6,0) atau bahasa asing lainnya sesuai dengan ketentuan dari perguruan tinggi tujuan masing-masing (yang masih berlaku).
  • Untuk pelamar beasiswa S3 melampirkan Usulan Penelitian yang telah disetujui oleh (atau paling tidak sudah dikomunikasikan dengan) calon Pembimbing di PT Luar Negeri.

Berkas dan kelengkapan, disertai surat pengantar dari Pimpinan PT, dikirim ke:

Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti. Jln. Jend. Sudirman Pintu Satu Senayan, Jakarta 10002.

Seleksi dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap mereka yang memenuhi persyaratan administrasi. Wawancara dilaksanakan dalam Bahasa Inggris.

Jadwal pendaftaran dan seleksi:

  • Pengiriman dokumen lengkap: Akhir Maret
  • Pemeriksaan dokumen: Awal April
  • Wawancara (dalam Bahasa Inggris): Pertengahan April
  • Pengumuman calon yang diterima: Awal Mei
  • Persiapan keberangkatan: Mei-Juli
  • Keberangkatan: Agustus

Keterangan lebih lanjut: http://ditnaga-dikti.org

Beasiswa Kofi Annan

Beasiswa Kofi Annan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang penuh motivasi dan bakat dari negara berkembang yang tetapi tidak mampu secara ekonomi, untuk melanjutkan studi di sekolah bisnis di Eropa. Saat ini program ini meliputi:

  • Program S1 di University of Applied Sciences Utrecht, Belanda.
  • Program Master and MBA di Vlerick Leuven Gent Management School, Belgia.
  • Eruopean School for Management and Technology (ESMT) di Berlin, Jerman.

Program ini didanai oleh sekolah-sekolah bisnis yang terlibat, lembaga donor internasional, mitra bisnis dan sektor umum. Dalam waktu dekat, program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah sekolah bisnis, perusahaan, dan industri yang bersedia menjadi sponsor. Dana tersebut dapat mereka alokasikan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan demikian, kesempatan akan terbuka lebar kepada lebih banyak penerima. Sekolah-sekolah bisnis yang terlibat dalam program ini selain bertujuan untuk menciptakan landasan ilmu yang secara aktif akan memicu pertukaran pengetahuan, juga memberikan pengalaman praktis di bidang usaha kecil menengah antara Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Latin. Dengan demikian, berbagai solusi bisnis inovatif yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di negara-negara berkembang.

Proses seleksi:

  • Kofi Annan Business School Foundation tidak secara aktif terlibat dalam proses seleksi.
  • Proses perekrutan merupakan tugas dari masing-masing sekolah bisnis. Informasi memgenai mekanisme seleksi dapat diperoleh melalui website sekolah bisnis yang bersangkutan. Mahasiswa dari negara berkembang yang memenuhi kriteria dari sekolah bisnis tersebut dapat dinominasikan untuk memperoleh beasiswa.
  • Pimpinan Kofi Annan Business School Foundation memberikan beasiswa kepada calon penerima berdasarkan pada dokumen yang menunjukkan kapasitas akademik dan resume yang menunjukkan baik tanggung jawab sosial maupun orientasi bisnis yang jelas. Setelah beasiswa diberikan kepada penerima, sekolah bisnis selanjutnya bertanggung jawab dalam proses penerimaan baik untuk program S1 maupun MBA termasuk juga mengatur pembelian tiket, visa, tempat tinggal dan asuransi.

Beasiswa dari universitas dan institusi non-universitas

Ada beberapa universitas yang menyediakan beasiswa bagi mahasiswa dari Eropa atau non-Eropa. Penerima beasiswa dengan mekanisme ini jumlahnya sangat sedikit. Untuk mengetahui keberadaan beasiswa ini, sebaiknya menghubungi International Office universitas yang bersangkutan. Selain itu, dapat juga menghubungi profesor yang diharapkan menjadi calon pembimbing. Sebagai contoh, Ghent University menyediakan beasiswa untuk program master pada tahun kedua. Persyaratannya antara lain:

  • Nilai mata kuliah pada tahun pertama harus baik (diatas rata-rata).
  • Ada korelasi yang jelas antara bidang profesi dengan program studi yang diambil.

Beasiswa ini biasanya diperoleh oleh mahasiswa-mahasiswa yang pada tahun pertama berkuliah di Ghent University dengan biaya sendiri dan istri/suami mereka telah terlebih dahulu mendapat beasiswa dari VLIR-OUS di Ghent. Besar beasiswa kurang lebih €800/bulan dengan kuota penerima 10 orang/tahun. Persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini pun cukup ketat. Sebagai informasi, pada tahun 2009 pelamar beasiswa ini mencapai lebih dari 100 orang.

Institusi non-universitas lain yang juga menyediakan kesempatan beasiswa program master dan doctoral adalah Institute for Tropical Medicine (Antwerpen) dalam program Public Health dan Disease Control and Animal Health.

AU-Pair (Bekerja untuk belajar)

Au-Pair merupakan istilah yang digunakan untuk asisten rumah yang bekerja dan hidup bersama keluarga yang memiliki rumah (host family). Biasanya AU-Pair bertugas untuk menjaga anak-anak dari keluarga host, bertanggung jawab atas kebersihan tempat bermain dan kamar anak-anak. Selain itu, mereka juga harus memasak atau antar-jemput pergi-pulang ke sekolah, dan masih banyak tugas lainnya. Semuanya tergantung dari kesepakatan dengan host. Mereka juga menerima sejumlah tunjangan untuk kepentingan pribadi. AU-Pair biasanya berkewarganegaraan asing. Mereka diperlakukan sebagai bagian dari keluarga dan bukan sebagai pembantu serta tidak mengenakan seragam [[xvi]]. Syok budaya, kesepian, kenakalan anak-anak, kesulitan bahasa, hanya merupakan beberapa dari tantangan yang harus dihadapi oleh seorang AU-Pair dalam menjalani satu tahun kontrak bersama keluarga host.

Beberapa persyaratan umum pendaftaran:

  • Berusia 18-26 tahun.
  • Memiliki pengalaman mengasuh/menjaga anak setidaknya 200 jam jika harus menjaga anak dibawah usia dua tahun.
  • Setuju untuk tinggal sampai kontrak selesai.
  • Lancar berbahasa Inggris atau bahasa setempat.
  • Tidak memiliki riwayat kriminalitas.

Meskipun terdengar sulit, sebenarnya banyak keuntungan yang dapat diperoleh, antara lain:

  • Kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa, dalam hal ini bahasa Belanda.
  • Tiket keberangkatan gratis.
  • Hubungan yang baik dengan keluarga host.
  • Waktu luang dapat digunakan untuk liburan, berkeliling Belgia atau Eropa, dan berkenalan dengan teman baru dari berbagai penjuru dunia.

Nilai tambah utama yang berhubungan dengan kuliah di Belgia adalah akses ijin tinggal sementara di Belgia dan uang saku yang didapatkan tiap bulan (± €400/bulan) dapat digunakan sebagai modal awal kuliah. Berdasarkan pengalaman AU-Pair, 80% dari uang saku tersebut dapat ditabung.

Ketika masa kontrak hampir selesai, AU-Pair dapat mengajukan aplikasi ke universitas di Belgia. Sebagai informasi, proses penerimaan aplikasi untuk sekolah di Belgia tidak terlalu sulit, kecuali untuk bidang kedokteran. Biaya kuliah di negeri coklat ini juga tergolong sangat terjangkau dibandingkan dengan negara lain. Banyak bidang studi yang ditawarkan dalam bahasa Inggris (biasanya untuk program Master), dan apabila calon mahasiswa hendak melamar ke jurusan berbahasa Belanda atau Perancis, maka mereka dianjurkan untuk belajar bahasa terlebih dahulu (biasanya minimal mencapai level 5) sebelum memulai kuliah. Dana tabungan dari AU-Pair dapat digunakan sebagai modal awal kuliah, sedangkan untuk menutupi kekurangannya biasanya mereka bekerja penuh waktu saat musim panas, dan paruh waktu pada saat kuliah.

Pengurusan ijin tinggal juga jauh lebih mudah karena mereka sudah tinggal di Belgia selama setahun, sehingga syarat-syarat aplikasi perpanjangannya juga tidak terlalu sulit. Untuk memastikan mereka dapat membiayai hidup selama di Belgia, mereka diminta memberi bukti sejumlah uang di rekening, atau beasiswa dari universitas, atau mengisi formulir tertentu yang menyatakan bahwa biaya hidup selama di Belgia akan ditanggung oleh sponsor.

Namun demikian, AU-Pair merupakan alternatif yang cukup sulit. Tidak sedikit dari AU-Pair yang yang tidak menyelesaikan kontraknya karena tidak tahan dengan jadwal atau sikap keluarga host. Banyak juga yang justru bertemu pasangan hidup. Tidak menutup kemungkinan juga, uang yang didapat tidak dapat mencukupi gaya hidup. Berbagai alasan dapat muncul sehingga menghalangi kesempatan untuk kuliah di Belgia. Namun demikian, dengan adanya kemauan yang keras, perencanaan yang matang, dan visi hidup yang jelas, jalan ini merupakan salah satu opsi dapat ditempuh oleh siapa saja. Setidaknya melalui kegiatan ini AU-Pair akan mendapatkan “kuliah hidup” yang sangat berharga selama bekerja dengan keluarga host.

Beasiswa Asisten Penelitian (kuliah-kerja)  dan Asisten Pengajaran

Selain melalui skema beasiswa, mahasiswa Indonesia dapat belajar melalui skema kuliah-kerja, baik sebagai asisten peneliti maupun asisten pengajar. Skema ini terutama berlaku untuk program S3. Khusus untuk beasiswa asisten pengajar, umumnya dipersyaratkan menguasai bahasa setempat (Bahasa Belanda atau Perancis).

Kampus-kampus di Belgia umumnya mengusung kesetaraan peluang baik bagi  masyarakat Belgia maupun internasional. Umumnya, dosen-dosen perguruan tinggi membuka lowongan seluas-luasnya bagi siapa saja yang memenuhi kualifikasi untuk melamar proyek-proyek penelitian mereka. Dalam hal ini, tidak ada prioritas bagi mahasiswa Indonesia untuk diterima. Namun demikian, mahasiswa-mahasiswa Indonesia umumnya memiliki rekam-jejak yang baik sehingga mudah diterima. Bahkan beberapa kampus di Indonesia yang alumninya lulus dari universitas-universitas di Belgia masih menjalin kerjasama penelitian yang erat, seperti di Departemen Teknik Mesin, KUL. Sebagai contoh, lowongan-lowongan beasiswa penelitian dapat dilihat pada link berikut [[xvii]].

Masing-masing universitas selalu menampilkan update mengenai informasi adanya lowongan beasiswa semacam ini.  Meskipun tidak selalu, biasanya lowongan banyak tersedia pada bulan April hingga Juli untuk mulai aktif di bulan September. Sebagai gambaran, besarnya beasiswa yang diberikan di Universiteit Antwerpen pada tahun 2009/2010 berkisar antara €1370 – 1710 per bulan (bebas pajak) sebagaimana tercantum pada link berikut [[xviii]].

Kuliah non-beasiswa

Selain melalui skema beasiswa dan kerja, mahasiswa Indonesia juga dapat belajar dengan skema non-beasiswa (biaya sendiri). Untuk diketahui bahwa biaya kuliah untuk jurusan-jurusan non komersial di universitas-universitas di Belgia terutama yang berlokasi di wilayah Flanderen hanya €80 (Ugent dan beberapa program studi di Uhasselt) dan €500 (KUL) per tahun (dua semester). Melalui proses negosiasi, KUL bahkan dapat memberikan potongan sampai €450. Biaya ini sangat murah dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa seperti UK dan Belanda. Besarnya biaya kuliah ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya hidup.

Mengingat semakin komersialnya kampus-kampus favorit di Indonesia yang ditandai dengan besarnya sumbangan biaya masuk (puluhan hingga ratusan juta rupiah), maka opsi untuk kuliah di luar negeri menjadi cukup realistis. Tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang kuliah dengan biaya sendiri di Belgia karena merasa justru di Belgia lebih ekonomis. Apalagi dengan mempertimbangkan keuntungan lain yang menyertainya seperti lingkungan belajar yang lebih internasional, peluang untuk praktek berbahasa asing, jaringan dan teman-teman dari mancanegara, dll.

Selanjutnya: Kembali ke daftar isi


18 Comments

  1. lurah bxl said,

    December 12, 2010 at 10:24 pm

    Pertamax, gan…
    izin sharing yaaaa bos!!

  2. Nona said,

    December 18, 2010 at 8:05 am

    mu tanya niy, gimana prosedur ikut Beasiswa VLIR-OUS? saya pengen banget bisa kul dsana.. kalo AU PAIR itu gmn prosedur pendaftarannya?

    • M Roil BILAD said,

      December 20, 2010 at 4:16 pm

      Langsung ke website resminya saja untuk mengetahui prosedur Vlir.

      Klo Au-Pair itu seperti dijelaskan disana, itu bekerja membantu pekerjaan rumah tangga keluarga. Kalau memang niat, insentif bulanannya bisa ditampung untuk biaya kuliah.

      Sukses ya buat rencana kuliahnya.

  3. wahyudi said,

    February 14, 2011 at 3:43 pm

    info ini bagus banget…sangat bermanfaat. semoga penebar informasi yang bermanfaat ini mendapatkan kesuksesan dalam hal apapun🙂

    oh iya, saya tertarik banget buat bisa kuliah S2 di belgia karena pertimbangan biaya yang tidak terlalu mahal. rencana saya mau kul master di bidang bisnis, management, marketing, economic, dan sejenisnya, prefer MBA. tapi saya nyari yang biaya murah…masalah kualitas tidak menjadi perioritas karena yang saya inginkan adalah ilmu, pengalaman belajar di luar negeri, yang penting murah aja……..heheheh.
    saya mohon banget bantuan infonya berkaitan dengan universitas yang lebih besar peluang saya diterima di bidang tsb. saya nyari yg berbahasa inggris.

    saya tunggu infonya ya..n terima kasih banget.

    • M Roil BILAD said,

      February 15, 2011 at 10:55 am

      Semoga segera mendapatkan info yang dicari. Btw, coba saja beasiswa Kofi Anan untuk MBA tersebut. Mudah-mudahan beruntung🙂

  4. chia said,

    February 23, 2011 at 4:49 pm

    saya tertarik dgn kuliah d belgia,,kira2 untuk jurusan psikologi ada beasiswa g yahh??

    • M Roil BILAD said,

      February 23, 2011 at 5:02 pm

      Hi Chia,

      Saya kurang tahu persis untuk jurusan Psikologi. Kbanyakan beasiswa sih untuk MIPA dan teknik. Tapi coba-coba saja di browsing. Yang jelas untuk beasiswa VLIR ke belgia tidak ada. Coba yang skema erasmus saja.

      Salam hangat,

      MRB

  5. chia said,

    February 24, 2011 at 11:25 am

    Makasi bgt yah mas infonya,,cm aku mau nanya lg dong kl kuliah buat master dgn biaya sndr k belgia itu syarat2nya apa aja yah mas??trus dmn kt bs cari info lengkapnya tentang kampus yg bagus n murahnya sama kl kuliah dsana itu dengan biaya spt yg d sebutkan (500 euro pertahun) itu menggunakan bahasa inggris atw harus belanda/prancis??
    Terima kasib banyak sebelumnya🙂

  6. Wati said,

    February 25, 2011 at 1:46 pm

    Bagus banget infonya. Saya tertarik untuk mengikuti bea siswa dikti. Insya Allah IELTS bisa diterima D.IKTI namun saya lihat syarat IELTS di Belgia sekitar 6.0 – 7.0.
    Kalau dari penjelasan mas tadi, untuk melamar beasiswa, IELTS dikirimkan setelah ada kepastian beasiswa. Nah… syarat di universitasnya apakah bisa dipenuhi belakangan? Dari info yang saya terima, DIKTI akan memberi bea siswa jika kita memiliki unconditional LOA
    Terima kasih infonya

    • M Roil BILAD said,

      February 27, 2011 at 11:54 am

      Saya rasa itu salah baca, itu tidak berlaku untuk semua. Itu untuk yang erasmus saya yang untuk beberapa program,IELTS bisa menyusul belakangan.

      Kalau untuk DIKTI S2, untuk dapat unconditional LOA, persyaratan universitasnya harus dipenuhi dulu semuanya, termasuk IELTSnya.

      Kalau untuk S3, sepertinya tergantung deal dengan calon pembimbing. Di banyak kasus untuk program S3, IELTS tidak diminta, yg penting bisa komunikasi dengan baik dan kelak bisa menulis dengan baik. Jika dibutuhkan, mahasiswa yg dianggap lemah penguasaan bahasanya diminta kursus lagi sambil menjalankan risetnya.

      Universitas juga mengadakan training-training tematis termasuk mengenai tema bahasa.

      Semoga jawabannya membantu.

  7. June 26, 2011 at 1:10 am

    terima kasih infonya…
    saya pengen banget bisa kuliah di belgia,, selain ada sodara juga bisa menambah wawasan budaya eropa..
    cara daftar beasiswa dan segala urusan di sana gimana ya?? saya masih bingung..

    • M Roil BILAD said,

      August 8, 2011 at 9:17 am

      Saya sudah jawab via email. Silahkan juga baca “Kuliah di Belgia” di blog ini.

  8. haviz said,

    December 1, 2011 at 2:10 pm

    mau nanya untuk kuiliah di belgia dengan biaya sendiri apa saja persyratan nya ? mohon dibantu🙂 saya ingin kesana

    • M Roil BILAD said,

      December 20, 2011 at 3:48 pm

      Waduh, panjang ini. Tanya langsung ke univnya saja yach. Ubek-ubek saja di blog ini, ada kok link univ2 di Belgie.

  9. mada said,

    February 6, 2012 at 10:37 am

    Saya sangat tertarik kuliah master di Belgia. Saya sudah memiliki sertifikat toefl dari ETS tapi yang ITP, kira2 bisa apa tidak itu dipakai untuk mendaftar? Kalau misalnya tidak, apakah bisa sertifikat toefl/ ielts yang internasionalnya menyusul? Karena saya baca untuk aplikasi tahun ini paling lambat 1 mei (saya rencananya mendaftar untuk yang reguler/ self-supporting student). Lalu masalah finansial, untuk persyaratan aplikasi visa, berapa deposit yang harus diberikan?

  10. salsa said,

    June 20, 2015 at 2:14 pm

    ka ga ada beasiswa S1 ke belgia ya?
    aku mau kuliah ke belgia, tp ko susah bgt cari beasiswa S1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: