Sistem pendidikan dan perkuliahan di Belgia

Sistem pendidikan

Pada dasarnya sistem pendidikan di Belgia mirip dengan sistem pendidikan di Eropa dan Amerika. Pendidikan di Belgia wajib bagi  anak yang berumur 6-18 tahun. Selama masa wajib belajar ini (plus masa TK), semua pendidikan GRATIS. Hanya ada beberapa hal yang harus mengeluarkan biaya seperti baju olah raga serta peralatan penunjang lainnya. Namun demikian, kita pun dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah belgia melalui program studietoelagen. Melalui program ini setiap anak diberikan bantuan pendidikan. Pendidikan secara umur terbagi menjadi 3 tahapan:

Ujian tetap tersenyum saat kedinginan :p

Ujian tetap tersenyum saat kedinginan :p

Pendidikan Dasar (basisonderwijs)

  • TK (kleuteronderwijs) untuk anak berumur 2.5-6 tahun. Pendidikan ini tidak wajib, anak boleh masuk sekolah sehari penuh (08.35 -15.25) atau hanya setengah hari. Di masa TK ini pendidikan lebih banyak menekankan kepada permainan, kesenian dll. Belum ada pelajaran membaca atau menulis ataupun matematika.
  • SD (lager onderwijs). Mulai umur 6 tahun anak-anak sudah diwajibkan untuk masuk SD sehari penuh.  Jika tidak, maka orang tua akan mendapatkan teguran dari pemerintah.  Disini sang anak mulai diajarkan membaca, menulis serta matematika dasar.

Pendidikan menengah (secundair onderwijs) (6-18 th): Di pendidikan menengah, siswa sudah mulai dijuruskan sesuai dengan minat serta kemampuan masing-masing. Terdapat empat jenis pendidikan menengah:

  • Pendidikan umum, ASO (Algemeen Secundair Onderwijs): Sekolah ini bersifat umum (setara SMU/SMA kalau di Indonesia), materi yang diberikan tidak dijuruskan kepada bidang-bidang tertentu. Lulusan dari sekolah ini diharapkan masuk ke Universitas.
  • Pendidikan Teknik. TSO (Technisch Secundair Onderwijs): Tipe yang kedua ini lebih menjurus ke bidang Teknik (seperti STM di Indonesia). Siswa diberi teori dan juga aplikasi mengenai teknik.  Lulusannya akan langsung diserap oleh lapangan kerja.
  • Pendidikan untuk bekerja, BSO (Beroepssecundair Onderwijs): Sekolah yang ketiga ini lebih aplikatif. Siswa langsung diberikan materi yang siap pakai di lapangan kerja. Lulusan BSO tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Mereka langsung bekerja setelah lulus.
  • Pendidikan Seni, KSO (Kunstsecundair onderwijs): Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa yang sangat terarik akan kesenian, mulai dari seni suara, seni peran, seni tari, serta seni rupa. Lulusan sekolah ini dapat melanjukan ke pendidikan tinggi dibidangnya masing-masing (terutama hogeschool).

Pendidikan Tinggi (hoger onderwijs)

  • Universitas (universiteit): Universitas lebih menekankan kepada pendidikan untuk penelitian dan pengembangan ilmu (science). Jenjang pendidikannya sama seperti di Indonesia hanya saja lama studinya sedikit berbeda. Program sarjana (Bachelor) ditempuh dalam tiga tahun (sebelumnya malah 2 tahun), Master 1-2 tahun (terdapat master and advance master (master after master)), serta program Doktorat, 4-5 tahun.
  • Politeknik/sekolah tinggi (hogeschool): Biasanya peminatnya adalah lulusan TSO serta KSO di pendidikan menengah seperti halnya politeknik atau sekolah tinggi di Indonesia. Sekolah ini lebih fokus kepada ilmu terapan dan lulusannya pun disiapkan untuk langsung  bekerja.

Selanjutnya, tulisan ini hanya difokuskan membahas mengenai pendidikan sarjana dan pasca sarjana. Karena mayoritas pelajar Indonesia yang datang ke Belgia bertujuan untuk belajar pada jenjang ini. Daftar universitas-universitas besar yang ada di Belgia sebagai berikut:

  • Catholic University of Louvain (CUL) [[i]]
  • Katholieke Universiteit Leuven (KUL) [[ii]]
  • University of Hasselt (UHasselt) [[iii]]
  • Université Libre de Bruxelles (ULB) [[iv]]
  • University of Antwerp (UA) [[v]]
  • University of Ghent (UGent) [[vi]]
  • University of Liège (ULiege) [[vii]]
  • University of Namur (UNamur) [[viii]]
  • Vrije Universiteit Brussel (VUB) [[ix]]

Keterangan lebih lanjut mengenai sistem pendidikan di Belgia dapat dilihat di link berikut [[x]].

Sistem Perkuliahan

Sistem kredit di Belgia sama dengan di beberapa negara lain sesama anggota uni Eropa, yakni berdasarkan ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System). Sistem ini mirip dengan SKS di Indonesia. Sistem pendidikan tinggi di Belgia dimulai dari tahap Sarjana (Sarjana dari universitas (S1) dan hogescolen atau politeknik yang setara universitas (mirip program D4 di tanah air), Master, dan program Doktoral. Lulusan program sarjana dari politeknik, selain dapat melanjutkan ke progrm master, juga dapat melanjutkan pendidikan ke program sarjana lanjutan (spesialisasi). Demikian pula untuk lulusan master, selain dapat melanjutkan ke program doktoral, mereka juga dapat melanjutkan ke pendidikan master lanjut/terspesialisasi (di Belanda dikenal dengan program post master; diselenggarakan misalnya di TUDelft, TUE, dll).

Bahasa pengantar

Seperti dijelaskan sebelumnya, Belgia secara umum terbagi menjadi dua wilayah besar yaitu Flanderen yang menggunakan bahasa Belanda dan Walloni yang berbahasa Perancis. Pendidikan dasar dan diploma/sarjana disampaikan dalam bahasa Belanda atau Perancis tergantung di wilayah mana universitas tersebut berada. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk mata kuliah tertentu, tergantung kesepakatan antara dosen dan mahasiswa.

Untuk program-program pascasarjana, bahasa pengantarnya cukup fleksibel. Program internasional menggunakan bahasa Inggris sedangkan program lainnya, jika terdapat mahasiswa asing yang tidak menguasai bahasa lokal, digunakan bahasa Inggris. Untuk program S3, komunikasi sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Meskipun demikian, sebagian mahasiswa lokal tetap menggunakan baik bahasa Belanda maupun bahasa Perancis.

Persyaratan dan ujian masuk

Program diploma, sarjana dan master

Karena standar jenjang pendidikan yang dianut sama dengan di Indonesia, lulusan SMU dapat melamar ke jenjang diploma ataupun sarjana dan lulusan sarjana dapat melamar ke jenjang pascasarjana. Namun demikian, untuk jurusan tertentu seperti kesehatan, harus melakukan ekuivalensi/penyetaraan terlebih dahulu. Ijazah jurusan-jurusan kesehatan seperti kedokteran umum, keperawatan, kebidanan tidak diakui di Belgia.

Secara lengkap, persyaratan yang diperlukan untuk masuk dapat dilihat melalui website universitas masing-masing atau untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan di bagian kantor international universitas masing-masing. Biasanya penentuan penerimaan hanya melalui seleksi administrasi saja tanpa ada wawancara.

Hampir semua jurusan tidak mengadakan ujian saringan masuk, kecuali kedokteran dan kedokteran gigi. Biasanya mahasiswa Indonesia yang akan mengambil kuliah S1 di Belgia menghabiskan tahun pertamanya untuk mengikuti program pendidikan bahasa. Setelah persyaratan bahasa dipenuhi barulah calon mahasiswa tersebut diizinkan untuk mengikuti perkuliahan. Bagi yang mengambil jurusan kedokteran umum dan kedokteran gigi harus melalui ujian tulis terlebih dahulu. Materi ujian biasanya standar, hampir sama dengan tingkat kesulitan ujian saringan masuk nasional di Indonesia, dan hanya berbeda dari segi bahasa yang digunakan.

Program doktoral (S3)

Untuk program S3, biasanya harus melewati tahap seleksi wawancara, baik secara langsung (diundang ke Belgia) atau secara tidak langsung melalui telepon atau teleconference. Penentuan penerimaan mahasiswa S3 diputuskan melalui rapat komite doktorat. Keputusannya dapat berupa: tidak diterima, diterima langsung sebagai mahasiswa S3, atau harus melalui tahap pre-doktoral. Program doktoral di Belgia umumnya ditempuh selama 4 tahun. Kontrak dari universitas untuk mahasiswa program S3 umumnya 2 x 2 tahun (evaluasi setelah melewati 2 tahun pertama, seperti misalnya di UHasselt) atau evaluasi tiap tahun (misalnya di KULeuven).

Program pre-doktoral merupakan proses seleksi lanjut calon mahasiswa S3. Lama program pre-doktoral ini berkisar antara enam bulan sampai dengan satu tahun, tergantung dari keputusan doctoral comittee fakultas. Beberapa profesor mengharuskan calon mahasiswa pre-doktoral tersebut untuk mengambil beberapa mata kuliah serta harus mengikuti ujian walau ada juga yang tidak mensyaratkan.  Namun, hal penting yang perlu diketahui adalah bahwa semua mahasiswa pre-doktoral diwajibkan melakukan penelitian. Penelitian ini dapat berupa penelitian sendiri atau penelitian dari profesor tempat kita bekerja. Di akhir program, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitiannya dihadapan penguji (sekitar tiga sampai dengan enam orang profesor), pembimbing dan atau para promotornya. Setelah presentasi dan ujian ini, mahasiswa akan segera diberitahu hasil penilaiannya, dan beberapa hari kemudian akan menerima sertifikat program pre-doktoral. Jika mendapatkan grade distinction atau cumlaude maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus dan berhak untuk masuk ke program doktoral. Contoh  info praktis tentang program pre-doktoral ada link berikut [31].

Sistem kredit

Untuk program sarjana, sistem kredit di Belgia sama dengan di Indonesia. Jika tidak lulus satu mata kuliah, maka hanya mata kuliah tersebut wajib di ulang. Sedangkan untuk program diploma menggunakan sistem paket. Untuk program S3, terdapat sejumlah kriteria minimal yang harus dipenuhi. Seperti, jumlah publikasi pada jurnal internasional dan beberapa kriteria lainnya.

Sistem evaluasi (Ujian)

Pada dasarnya kampus di Belgia menerapkan hampir seluruh sistem ujian yang diterapkan di Indonesia. Sistem yang digunakan sangat bergantung kepada dosen yang bersangkutan. Yang cukup unik adalah, untuk program S1 dan S2, biasanya ujian akhir dilakukan dengan dua tahap yaitu ujian tertulis yang kemudian diikuti dengan ujian lisan. Ujian lisan bertujuan untuk mengkonfirmasi jawaban di ujian akhir sekaligus pendalaman pertanyaan oleh dosen pengajar. Pada kuliah-kuliah tertentu diterapkan juga sistem take-home-test, tugas membuat makalah dan presentasi baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok. Sistem penilaian dilakukan dengan angka pada rentang 1-20. Ekuivalen penilaiannya dengan sistem Indonesia adalah: 14-20, 10-14, 8-10, 6-8, 1-6 masing-masing untuk nilai A, B, C, D dan E secara berurutan. Siswa dianggap lulus apabila mampu meraih angka 10-20.

Untuk jenjang S3 ujian dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah evaluasi rencana dan kemajuan penelitian. Biasanya dilakukan pada saat menempuh 9-12 bulan. Tahap kedua berupa presentasi dan evaluasi kemajuan studi, dilakukan pada bulan ke 20-24 masa studi. Tahap ketiga berupa presentasi dan evaluasi studi serta rencana detail tentang penyelesaian studi. Evaluasi tahap 1-3 dilakukan oleh pembimbing dan penguji internal. Ujian akhir dilakukan dengan presentasi tertutup kepada tim pembimbing dan penguji internal untuk menentukan kelulusan. Setelah dinyatakan lulus pada ujian tertutup, dilakukan presentasi terbuka di depan dewan penguji internal dan expernal dan masyarakat (public). Laporan akhir program S3 berupa desertasi. Mulai tahun 2009, desertasi S3 dapat berupa kumpulan makalah ilmiah di jurnal internasional minimal sebanyak empat buah.

 

Selanjutnya: Kembali ke daftar isi


14 Comments

  1. June 28, 2012 at 3:25 am

    […] pada jenjang ini. Berikut adalah daftar universitas-universitas besar yang ada di Belgia sebagai (https://roilbilad.wordpress.com/2010/12/11/sistem-pendidikan-dan-perkuliahan-di-belgia/ diakses tanggal 27/03/2012, pukul […]

  2. @elient said,

    December 5, 2012 at 12:45 am

    aww.mas roil,doakan segera menyusul.saya berencana melanjutkan s3 di Ugent. saya uda tanya tahapan penerimaannya.tapi tidak dijelaskan kalau penentuan penerimaan melalui rapat komite. hanya disampaikan bahwa harus kontak profesor yang bersedia menjadi pembimbing. kalau sudah ada rekomendasi,lalu apply ke univ.
    apakah ada perbedaan tahapan antara ilmu sosial dan ilmu eksakta?saya dari ilmu komunikasi.matur nuwun mas roil.
    Groetjes,

    Nuriyatul Lailiyah
    alumni SMA DU2 angkatan VII

    • December 5, 2012 at 9:10 am

      Waalaikum salam,

      Bisa jelaskan lebih rinci sudah sejauh mana proses aplikasimu? Apakah dibiayai oleh projek dari si professor atau biaya dari pihak lain?

      Kalau aplikasinya langsung ke professor dan dia sudah menyatakan menerima, berarti tinggal masalah administrasi.
      Bagian administrasi akan meminta mengirimkan dokumen via post, sebelum bisa menerbitkan surat penerimaan.

      Status penerimaan ada dua jenis, ada yang langsung diterima sebagai mahasiswa doktoral, ada yang harus melalui pre-doktoral dulu.
      keputusannya dikeluarkan oleh PhD comitte.

      Saya doakan semoga lancar,

      Salam,
      Roil

  3. Icha said,

    January 26, 2013 at 12:08 pm

    Bagaimana kententuan jika ingin melanjutkan spesialis bagi sarjana kedokteran disana?

    • M Roil BILAD said,

      August 23, 2013 at 11:02 am

      Berat. Karena ijazah dokter indonesia belum tentu diakui disini.
      Kemungkinan besar sekolah kedokteran lagi. Ngulang di sini.

  4. steve said,

    March 1, 2013 at 6:44 am

    hallo salam kenal, saya dari steve
    sedikit tertarik nih untuk melanjutkan s2 di belgia
    kalau boleh tau untuk masuk s2 di ugent apakah susah ya ?
    dan apa bisa saya mengajak istri saya sebagai pendamping ?
    dan untuk biaya yang 7000 euro itu sebagai jaminan bisa dipakai atau tidak yah ?
    terima kasih
    salam kenal😀

    • M Roil BILAD said,

      August 23, 2013 at 10:59 am

      Masuknya kyknya g susah. Asal syarat2-nya terpenuhi. dana yang 7000 itu akan ditransfer ke rekening kita setiap bulan untuk biaya hidup kita. Nilai transfernya per bulan (7000/12) €.

  5. Stacia Edina said,

    July 4, 2013 at 9:28 am

    Halo mas Roil, mau tanya dong kalo di belgia tu ada ga sih program seperti studienkolleg di jerman? terutama di leuven, saya mau ngambil bachelor degree di music conservatory tapi belum keterima, jadi pengennya ambil semacem studienkolleg gitu biar bisa dapet visa paling engga 1 taun di sana buat belajar bahasa sekalian les2 musik gitu buat nyiapin audisi di conservatory. Ada ga ya mas? Kalo ada, biasanya persyaratan masuknya gimana sih mas? Mohon bantuannya ya mas.. Makasih sebelumnya🙂

    • M Roil BILAD said,

      August 23, 2013 at 10:52 am

      Bisa, syaratnya conditional acceptance dari universitas di Belgia.
      Persyaratan masuknya tanya kampusnya langsung ya.

  6. aswan said,

    October 14, 2013 at 12:00 pm

    salam kenal Mr….

    sy lagi cari informasi sistem pendidikan di Belgia khususnya pendidikan dasar dan menengah.. Mr pasti udah tau banget dengan sistem pendidikan di sana. mohon bantuannya…
    thanks…

  7. panji said,

    November 25, 2013 at 7:21 am

    Salam kenal mas Roil,

    saya kebetulan lagi ngejar DELF B2, pengen nanya2 singkat seputar belgia:
    1. yg tuition fee 80 euro masih ada atau ngga ya?berlaku utk univ negeri aja atau swasta juga?kalau udh ngga, univ negeri skitaran brapa ya tuition fee nya?
    2. tuition fee segitu cuma berlaku utk univ2 di wilayah flander/wallonia aja atau berlaku di seluruh belgia?
    3. Ada ngga univ2 yg LOI nya bhs inggris utk S2?itu tuition fee nya standar atau lebih mahal ya biasanya?

    sorry pertanyaannya agak ribet, soalnya bingung mau cari info soal belgi di jakarta..😀

    thanks sebelumnya mas Roil, saya doaken anda sukses selalu🙂

  8. yeremia said,

    December 11, 2013 at 2:28 pm

    mau tanya,kalau di jerman kita tak bisa pakai ijazah indo tapi kalau di belgia?

    • yeremia said,

      December 11, 2013 at 2:30 pm

      say amau kuliah di liege, dan sekarang sedang belajar bahasa prancis les dan belanda tapi otodidak. dan inggris juga sudah bisa.
      apakah ini cukup?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: