Defenisi dan klasifikasi

Penyaringan didefinisikan sebagai pemisahan dua atau lebih komponen dari aliran cair atau gas didasarkan pada perbedaan ukuran. Secara tradisional, biasanya merujuk pada pemisahan partikel dari zat cair atau gas. Pemisahan dengan membran diperluas sebagai suatu proses untuk memisahkan zat terlarut. Fungsi utama membran adalah sebagai lapisan selektif. Membran menahan komponen tertentu dan melewatkan komponen lainnya baik pada medium cair maupun gas. Secara lebih spesifik membran dapat didefinisikan sebagai:

  • Bagian tidak kontinyu yang memisahkan dua fasa.
  • Fase yang bertindak sebagai penahan untuk mencegah perpindahan massa tetapi menahan atau mengatur perpindahan bagian komponen tertentu.

Dengan demikian, membran dapat berupa gas, cairan, padatan maupun kombinasinya. Lebih lanjut, membran dapat diklasifikasi menjadi membran alami dan buatan; berdasarakn strukturnya, berpori dan tak berpori atau sebagai membran cair; berdasarkan aplikasinya, pemisahan gas, gas-cair, cair-cair, dll; berdasarkan mekanisme dari fungsi membran, adsortif dan difusif, perpindahan ion, osmosis, atau membran non selektif.

Klasifikasi membran dapat dilihat pada Tabel 1. Proses pemisahan pada Tabel 1 merupakan proses yang paling umum dan banyak diterapkan.

Diantara proses yang satu dengan yang lainnya dipisahkan oleh batas yang cukup bias, berkembang dan tergantung kesepakatan. Karena mekanisme dan proses pemisahan yang satu dengan lainnya sangat berbeda, pembahasan pada buku ini hanya difokuskan pada proses dengan pemicu perbedaan tekanan, yaitu mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, nanofiltrasi dan omosis balik. Pada proses-proses membran tersebut, pemisahan dipicu melalui perbedaan tekanan hidrolik pada kedua sisi membran. Membran menyeleksi komponen apa saja yang dapat melaluinya.

Gambar 1. Proses membrane yang beroperasi akibat perbedaan tekanan.

Membran mikrofiltrasi menahan partikel dengan ukuran micron (10-6 m), biasanya merupakan partikel tersuspensi pada rentang 0,1-5 µm. Partikel dengan ukuran diatas itu, umumnya dipisahkan menggunakan metode konvensinal dengan saringan pasir. Membran ultrafiltrasi hanya menahan molekul besar atau partikel yang lebih besar dari 10-200 (angstrum) (atau sekitar 0,001-0,02 µm). Nanofiltrasi menahan senyawa organic kecil seperti gula, sedangkan osmosis balik (RO) menahan semua zat terlarut kecuali pelarutnya (dalam hal ini air). Oleh karena itu, RO sering dikenal sebagai proses pemurnian air, ultrafiltrasi sebagai metode yang secara simultan memurnikan, memekatkan atau memfraksionasi makromolekul atau suspensi koloid kecil. Mikrofiltrasi paling banyak digunakan untuk klarifikasi dan pemisahan partikel tersuspensi dari pelarut.


Dalam hal kehandalannya, sentrifugasi merupakan salah satu metode yang mengimbangi membran. Perbandingan kondisi operasi dengan proses membran ditunjukkan pada Gambar 2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: