Defenisi dan klasifikasi

Penyaringan didefinisikan sebagai pemisahan dua atau lebih komponen dari aliran cair atau gas didasarkan pada perbedaan ukuran. Secara tradisional, biasanya merujuk pada pemisahan partikel dari zat cair atau gas. Pemisahan dengan membran diperluas sebagai suatu proses untuk memisahkan zat terlarut. Fungsi utama membran adalah sebagai lapisan selektif. Membran menahan komponen tertentu dan melewatkan komponen lainnya baik pada medium cair maupun gas. Secara lebih spesifik membran dapat didefinisikan sebagai:

  • Bagian tidak kontinyu yang memisahkan dua fasa.
  • Fase yang bertindak sebagai penahan untuk mencegah perpindahan massa tetapi menahan atau mengatur perpindahan bagian komponen tertentu. Read the rest of this entry »

Dynamic Shear-enhanced Membrane Filtration (Commercial systems)

1. Rotating cylindrical membranes

2. Rotating disk systems

3. Vibrating system

Informasi lebih lanjut: Klik disini

Parameter pengukuran potensi fouling

Untuk menentukan kecenderungan terjadinya penyumbatan (fouling) baik pada umpan (feed) maupun membran digunakan beberapa parameter.

  1. Indeks kerapatan padatan (Silt density index)
  2. Indek penyumbatan termodifikasi (Modified fouling index)
  3. Indeks penyaringan (Filtration index)

Ke-tiga indeks diatas dapat diukur dan diperoleh melalui percobaan dalam waktu singkat. Indeks tersebut pada umumnya digunakan khususnya untuk penyaringan menggunakan  membran ultrafiltrasi akau mikrofiltrasi. Indeks tersebut tidak bersifat absolut mengingat dalam kebanyakan kasus umpan yang berasal dari alam mustahil memiliki spesifikasi yang persis sama. Indeks tersebut menunjukkan dua hal:

  • Jika membran yang digunakan sama, sedangkan umpan yang digunakan berbeda maka akan diperoleh indeks potensi penyumbatan relatif dari umpan tersebut terhadap umpan lainnya.
  • Jika membran yang digunakan banyak sedangkan umpan yang digunakan sejenis maka akan diperoleh indeks potensi tersumbatnya membran oleh umpan spesifik tersebut relatif terhadap membran lainnya. Read the rest of this entry »

Produksi membran dengan teknik presipitasi terendam

Sebagian besar membran yang diproduksi saat ini dibuat dengan metode inversi fasa melalui teknik presipitasi terendam. Membran inversi fasa dapat dibuat dari berbagai macam polimer. Persyaratannya adalah, polimer tersebut harus dapat larut pada pelarut yang sesuai atau campuran pelarut. Pada dasarnya membran dapat dibuat menjadi dua konfigurasi: datar (lembaran) atau pipa (tubular).

1. Membran lembaran

Skema peralatan yang digunakan untuk pembuatan membran lembaran dapat dilihat pada gambar berikut:

Skema pembuatan membran Read the rest of this entry »

3.9.2 Contoh Pembuatan membran PVDF mikrofiltrasi Lanjut

Komponen dasar pembuatan membran dengan teknik inversi fasa adalah polimer (P), Pelarut/solvent (S), non-pelarut/non-solvent (NS). membran yang dihasilkan biasanya dipersyaratkan memiliki kekuatan mekanik, kestabilan temperatur dan pH.

Permukaan membran mikrofiltrasi dilihat menggunakan mikroskop elektron

Permukaan membran mikrofiltrasi dilihat menggunakan mikroskop elektron

Tahapan-tahapan dasar pembuatan membran dengan teknik inversi fasa (presipitasi terendam) secara umum sbb:

  1. Pembuatan larutan polimer
  2. penebaran diatas permukaan (kasting) membentuk lapisan tipis (100-200 µm)
  3. Perendaman di non pelarut di bak koagulasi
  4. Perlakuan akhir (jika diperlukan) Read the rest of this entry »

« Older entries