Mencari lowongan PhD

Mencari lowongan PhD kesannya gampang-gampang susah. Tidak jarang justru sangat ditentukan oleh faktor keberuntungan semata. Momen yang tepat, orang yang pas dan topik relevan datang secara bersamaan. Sering kali kita menemukan lowongan yang sesuai dengan kualifikasi kita justru ketika kita tidak memerlukannya. Jika kita gooling “PhD position” lalu dilanjutkan dengan bidang yang kita tekuni atau lebih luas lagi jurusan kita, maka kita akan mendapatkan seabrek-abrek lowongan. Bahkan seringkali berisi postingan ulang dari website satu ke website lainnya. Karena “beasiswa” atau “scholarship” merupakan kata kunci “panas” di google, maka banyak sekali website-website yang berusaha mengkompile lowongan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan traffic. Selain itu google melakukan pencarian berdasarkan kriteria tertentu sehingga sering kali lowongan yang keluar sudah kadaluarsa. Oleh karena itu, saya berusaha memberikan strategi yang efisien dan (semoga) efektif untuk mencari lowongan PhD yang sesuai dengan kualifikasi kita.

Lembaga pemberi beasiswa PhD
Sekolah PhD dengan pendanaan dari berbagai institusi baik pemerintah maupun non pemerintah merupakan cara yang paling populer dilakukan. Tidak mengherankan jika expo-expo beasiswa selalu membeludak dihadiri pelajar dan mahasiswa, bahkan pekerja yang masih berkeinginan untuk sekolah. Sudah banyak website-website yang merangkam program-program beasiswa tersebut secara terperinci bahkan tidak sedikit blog-blog pribadi yang berisi berbagi pengalaman sekaligus rangkuman mengenai informasi beasiswa ini. Beberapa website dan blog yang dapat dijadikan rujukan saya rangkum sebagai berikut:

Selain beberapa list website di atas masih banyak lagi website-website sejenis lainnya. Hasil pencarian akan jauh lebih banyak jika googling menggunakan kata kunci “scholarship”.

Beasiswa kerja atau kerja akademis
Di kebanyakan negara-negara maju, PhD sudah tidak lagi dianggap sekolah, melainkan pekerjaan akademis. Jadi mereka (para PhD student) sudah dianggap tidak menerima beasiswa lagi melainkan gaji. Di sebagian negara, para PhD juga diwajibkan membayar pajak. Nah, sering kali lowongan pekerjaan akademik ini terbuka untuk umum. Mekanismenya kira-kira sebagai berikut. Pemerintah atau universitas memiliki program penelitian, lalu dosen-dosen di negara atau universitas tersebut berkompetisi untuk meraih dana tersebut. Bagi mereka yang menang, akan menawarkannya kepada mahasiswa master bimbingannya sebagai prioritas utama. Alasannya, mahasiswa lokal dapat sekaligus bertugas sebagai asisten untuk memberikan tutorial dan pekerjaan-pekerjaan akademik lainnya. Namun di negara-negara maju, jika kondisi perekonomian baik, lulusan master cenderung langsung mencari pekerjaan. Pekerjaan akademik kurang diminati karena memerlukan persyaratan akademik tinggi juga dengan tekanan yang berat. Berbeda dengan bekerja di industri. Akibatnya, banyak lowongan yang tersisa untuk mahasiswa internasional. Lowongan-lowongan ini biasanya selalu diletakkan di website universitas atau website khusus mengenai lowongan kerja akademik.

Jika dibandingkan dengan skema beasiswa, pekerjaan akademis ini memiliki beberapa keuntungan:

  • Proses sangat cepat, dan tersedia setiap waktu jika kebetulan ada. Begitu mendapatkan grant (dana penelitian), sang professor langsung membuka lowongan online. Pembukaan lowongan ini bisa kapan saja. Kita langsung mengirimkan aplikasi, dan setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara. Satu atau dua minggu kemudian sudah ada berita diterima atau tidak.
  • Besaran beasiswa lebih besar, sama dengan gaji yang diterima oleh mahasiswa lokal.
  • Waktu masuk/mulai fleksible tergantung tawar menawar dengan dosen pembimbing.
  • Pekerjaan sudah sangat terdefinisi merujuk kepada proposal projek dosen pembimbing. Untuk hal ini, calon mahasiswa dituntut setidaknya memiliki pengalama nmengenai topik penelitian tersebut. Seleksi biasanya sangat kuat mengacu ke pengalaman kerja/penelitian para pelamar.

Berikut saya rincikan beberapa cara untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan PhD dengan skema kerja akademis:

1. Gunakan opsi “lainnya” pada pencarian menggunakan google
Mulailah dengan kata kunci yang umum pada saat pencarian menggunakan google. Jika hasilnya terlalu banyak maka tambahkan satu-persatu kata kunci lainnya yang lebih spesifik. Biasanya google akan menampilkan seluruh record yang ada, dan sangat banyak. Jadi disarankan untuk lebih memperketat pencarian dengan mengubah fitur “lainnya”. Definisikan waktu kira-kira setahun terakhir saja. Dengan demikian, google akan menyortir hasil terbaru untuk satu tahun terakhir.

2. Website universitas
Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa semua lowongan dipublikasi via website universitas. Jadi kita bisa mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan akademis (baca PhD) langsung dari website tersebut. Hal ini sangat penting, terutama jika kita cukup selektif membidik universitas tertentu. Jadi kita tidak perlu buang-buang waktu untuk googling dengan hasil yang kurang spesifik. Beberapa contoh lowongan di website universitas dapat dilihat di link berikut:

Kita juga bisa mendapatkan informasi lowongan secara regular melalui e-mail dengan mendaftarkan alamat e-mail kita ke website tersebut. Cara ini sangat efisien terutama kita hanya membidik universitas-universitas tertentu saja. Secara regular, misalnya seklai seminggu, kita akan menerima email mengenai lowongan pekerjaan akademik di universitas tersebut. Berikut beberapa link website universitas:

3. Website profesional
Selain mempublikasikan melalui website universitas, lowongan pekerjaan akademis juga biasanya dipublikasikan via website forum atau organisasi profesional yang spesifik pada bidang keahlian tertentu. Misalnya professor yang fokus pada bidang membran akan mempublikasikan juga di website organisasi internasionalnya. Dua link dibawah ini, adalah contoh website organisasi/forum di bidang membran. Saya yakin, bidang-bidang lainnya juga memiliki website sejenis.

4. Telusuri via Jurnal dan proceeding
Mencari website universitas satu per satu memerlukan proses yang panjang dan memakan banyak waktu. Padahal kita hanya mencari bidang-bidang spesifik tertentu saja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau tugas akhir kita. Bidang-bidang tersebut belum tentu ada di universitas yang kita cari. Oleh karena itu, kita harus mempersempit ruang pencarian. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menelusiri publikasi ilmiah atau conferensi yang berhubungan dengan bidang keahlian kita. Dari satu jurnal saja, kita bisa menelusuri referensinya lalu mendata pusat-pusat penelitian yang potensial. Opsi lainnya adalah dengan melihat proceeding konferensi. Biasanya book of abstract tersedia secara gratis. Di setiap abstrak, nama dan kontak para penulisnya juga tersedia.

5. Website lowongan beasiswa (Negara)
Di beberapa negara, seluruh lowongan akademik biasanya dikumpulkan dalam satu website sentral. Dua link dibawah ini merupakan website untuk negara belanda dan Norwegia.

6. Koneksi teman/lab
Selain cara-cara diatas, tidak sedikit penerima beasiswa ker yang meperoleh informasi dari teman-teman mereka yang kebetulan sedang studi di luar. Untuk itu, perbanyaklah teman dan rajin-rajin silaturrahim. Jangan sungkan-sungkan untuk mengungkapkan rencana atau keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang S3.

Semoga tulisan ringkas ini bermanfaat,
M Roil Bilad

7 Comments

  1. ariadhy2002 said,

    September 8, 2011 at 1:06 am

    infonya sngt bermanfaat sekali..terima kasih..tapi saya punya brp pertanyaan :
    anda menyebutkan bahwa proses seleksi sanga ketat..nah, bagaimana supaya kita dapat lolos dalam seleksi tersebut? apa saja persiapan yang harus kita lakukan?…trm kasih

  2. annelis said,

    December 8, 2011 at 10:47 pm

    saya tunggu Bung

  3. @elient said,

    May 27, 2012 at 4:28 pm

    apakah ini kak roil bilad alumni DU2 jombang?

  4. December 22, 2013 at 12:53 pm

    […] Di serial lanjutan “Journey to PhD” ini saya akan mencoba sharing pengalaman dengan rekan-rekan scholarship hunter, lebih khusus lagi PhD scholarships hunter tentang aplikasi beasiswa S3 melalui metode Lowongan Pekerjaan PhD. Tulisan yang hampir mirip dan bisa dijadikan referensi ada di sini. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: